Setelah Padang, Konferensi Republik Bakal Dilaksanakan di Kota Lain di Indonesia 

3 hours ago 8

Langgam.id – Konferensi Republik kembali digelar dan kali ini berlangsung di Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), Senin (31/8/2026). Pusat kegiatan dilangsung di Kampus Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Andalas (Unand). 

Kegiatan ini merupakan konferensi ketiga dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara nasional. Seorang penggagas Konferensi Republik yang sekaligus Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari, mengungkapka kegiatan konferensi republik tidak akan berhenti di Kota Padang. 

Kata Feri, ke depan konferensi nasional serupa direncanakan kembali digelar di sejumlah kota lain di Indonesia. Namun, ia belum bersedia mengungkapkan lokasi berikutnya. 

Menurutnya, pelaksanaan konferensi memang dirancang dengan pendekatan yang tidak selalu diumumkan jauh-jauh hari.

“Ke depan konferensi nasional akan dilaksanakan di kota-kota lain di Indonesia, tapi belum bisa saya sampaikan karena akan selalu bersifat dadakan,” katanya diwawancarai usai kegiatan Konferensi Republik di Padang, Senin (31/8/2026). 

Feri menjelaskan, Kota Padang dipilih sebagai lokasi pelaksanaan konferensi ketiga setelah sebelumnya kegiatan serupa digelar di daerah lain. Pelaksanaan di Padang menjadi bagian dari upaya membawa diskursus mengenai kehidupan bernegara dan konstitusi ke berbagai daerah, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat sipil untuk terlibat dalam pembahasan persoalan bangsa.

“Ini adalah konferensi ketiga dari rangkaian kegiatan secara nasional dan pada kesempatan kali ini dapat dilaksanakan di Padang,” kata dia. 

Ia menambahkan konferensi tersebut tidak berhenti pada forum diskusi. Hasil pembahasan nantinya akan diberikan kepada publik agar masyarakat dapat melihat dan memahami realitas negara.

“Selain kepada publik, hasil konferensi juga akan disampaikan kepada para pembuat kebijakan,” ungkapnya. 

Feri berharap berbagai gagasan dan temuan yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan dalam merumuskan kebijakan negara.

“Hasil konferensi akan diberikan kepada publik untuk melihat realitas negaranya sendiri. Dan juga untuk pembuat kebijakan publik untuk memanfaatkan hasil konferensi dalam membuat kebijakan negara,” tuturnya. 

Feri menyebutkan, peserta Konferensi Republik berasal dari berbagai latar belakang. Mereka terdiri dari akademisi, ekonom, mahasiswa, organisasi nonpemerintah, hingga masyarakat sipil.

Keterlibatan berbagai elemen tersebut dinilai penting agar pembahasan mengenai kondisi republik tidak hanya dilihat dari satu perspektif.

Menurut Feri, tujuan utama konferensi adalah menata kembali republik konstitusional sebagaimana yang telah diamanahkan konstitusi.

Salah satu hal yang ingin ditegaskan melalui konferensi, kata dia, adalah pentingnya memastikan ruang sipil tetap memiliki kedaulatan dalam kehidupan bernegara.

“Tujuannya untuk menatah republik konstitusional kembali seperti apa yang telah diamanahkan oleh konstitusi, yaitu ruang sipil yang berdaulat,” pungkasnya. (WAN)

Read Entire Article
Pekerja | | | |