SCF 2026 Sukses, BI Sumbar Bakal Rutinkan Tiap Tahun Dukung UMKM Perluas Ekspor

4 hours ago 7

Langgam.id — Sumatera Barat Creative Economy Festival (SCF) 2026 mendapat sambutan positif dari masyarakat dan pelaku usaha. Melihat antusiasme serta capaian yang dihasilkan, Bank Indonesia (BI) Sumatera Barat memastikan kegiatan tersebut akan digelar secara rutin setiap tahun sebagai wadah pengembangan dan perluasan pasar UMKM.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Barat, Mohamad Abdul Majid Ikram, mengatakan SCF 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran produk UMKM, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen, perbankan hingga buyer dari luar negeri.

“SCF ini akan kita lakukan setiap tahun, untuk mendukung UMKM kita ekspor,” ujar Majid saat penutupan SCF 2026 di Hotel Pangeran Beach, Padang, Minggu (30/8/2026).

SCF 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 28-30 Agustus 2026, diikuti 84 UMKM dan sejumlah brand ternama. Berbagai produk unggulan Sumatera Barat ditampilkan, mulai dari fesyen, wastra, kriya, makanan dan minuman olahan, kopi hingga produk kreatif berbasis keberlanjutan.

Majid mengatakan, antusiasme masyarakat juga terlihat dari jumlah pengunjung yang mencapai lebih dari 2.576 orang.

Dari sisi transaksi, nilai penjualan yang tercatat selama dua hari pertama telah mencapai lebih dari Rp2 miliar. Angka tersebut diperkirakan kembali bertambah hingga pelaksanaan festival ditutup.

“Sampai penutupan saya kira Rp3 miliar lebih,” katanya.

Menurut Majid, salah satu fokus utama SCF 2026 adalah mendorong UMKM Sumbar agar tidak hanya mampu bertahan di pasar lokal, tetapi juga naik kelas dan menembus pasar ekspor.

Karena itu, BI menghadirkan pelaku usaha yang telah berhasil melakukan ekspor untuk berbagi pengalaman secara langsung kepada UMKM peserta.

“Bagaimana UMKM go ekspor, kami hadirkan pelaku usaha yang sudah sukses, sehingga nanti UMKM kita bisa belajar untuk ekspor juga,” ujarnya.

Tidak hanya edukasi, BI juga mempertemukan UMKM Sumbar dengan buyer asing melalui kegiatan business matching. Sebanyak 21 UMKM mengikuti pertemuan dengan buyer dari luar negeri dengan nilai komitmen transaksi mencapai Rp490 juta.

Kegiatan business matching juga dilakukan dengan sektor perbankan untuk membuka akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Dalam kegiatan tersebut, tercatat komitmen pembiayaan UMKM mencapai Rp101,918 miliar.

Majid mengatakan perluasan akses pasar juga dilakukan melalui kerja sama dengan Sarinah. Produk UMKM Sumbar memiliki peluang untuk dipasarkan di Sarinah sehingga jangkauan konsumen semakin luas sekaligus meningkatkan nilai jual produk.

“Produk UMKM kita bisa masuk ke Sarinah. Bisa dijual di sana, sehingga memiliki nilai jual tinggi,” katanya.

Selain transaksi dan business matching, SCF 2026 juga diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan komunitas.

Sejumlah lomba digelar, mulai dari fashion show, paduan suara, menggambar dan mewarnai untuk pelajar hingga kompetisi bagi insan perbankan seperti lomba menghitung uang.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang tidak hanya berorientasi pada perdagangan, tetapi juga edukasi, kreativitas dan kolaborasi.

Majid menegaskan, keberhasilan SCF 2026 menjadi alasan bagi BI Sumbar untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda tahunan.

Ia berharap pelaksanaan secara rutin dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat kapasitas usaha, memperoleh pembiayaan, memperluas jaringan pemasaran hingga membuka akses ekspor.

“SCF ini akan kita lakukan setiap tahun, untuk mendukung UMKM kita ekspor,” ujarnya.

Dengan demikian, SCF diharapkan tidak berhenti sebagai festival ekonomi kreatif selama tiga hari. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses berkelanjutan untuk membawa UMKM Sumbar naik kelas, memperluas pasar dan semakin siap bersaing di tingkat nasional maupun global. (HER)

Read Entire Article
Pekerja | | | |