PT Kunango Jantan Kembali Ekspor Mesin Pupuk Batubara ke Nigeria

4 hours ago 7

Langgam.id — Industri manufaktur Sumatera Barat kembali menunjukkan kiprahnya di pasar internasional. PT Kunango Jantan kembali dipercaya memproduksi mesin pengolahan pupuk berbasis batubara untuk diekspor ke Nigeria.

Mesin yang diproduksi pada Agustus 2026 ini merupakan mesin ketiga yang dibuat PT Kunango Jantan untuk kebutuhan teknologi pupuk batubara. Sebelumnya, mesin pertama juga telah dikirim ke Nigeria, sedangkan mesin kedua diekspor ke Zimbabwe.

HRD PT Kunango Jantan, Andriana mengatakan, produksi mesin ketiga tersebut menjadi capaian positif bagi perusahaan karena menunjukkan adanya keberlanjutan permintaan terhadap teknologi pengolahan pupuk batubara di pasar internasional.

P“Ekspornya telah kami lakukan dengan tujuan Nigeria pada beberapa hari yang lalu,” kata Andriana, Rabu (19/8/2026).

PT Kunango Jantan merupakan perusahaan asal Sumatera Barat yang bergerak di bidang manufaktur, fabrikasi, konstruksi, serta rekayasa dan pembuatan berbagai peralatan industri. Kemampuan tersebut membuat perusahaan daerah ini dipercaya mengerjakan mesin yang nantinya digunakan di luar negeri.

Menurut Andriana, pembuatan mesin pupuk batubara tersebut tidak terlepas dari kebutuhan negara-negara yang memiliki sumber daya batubara untuk mengembangkan teknologi pengolahan pupuk.

PT Kunango Jantan Grup bersama PT Bursatani Global Niaga dan PT Saputra Global Harvest terlibat dalam ekosistem pengembangan dan implementasi Teknologi Pupuk Batubara, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun pasar internasional.

“Pengembangan teknologi ini juga diarahkan untuk mewujudkan misi yang lebih luas, yaitu restorasi unsur hara di dunia,” ujarnya.

Melalui teknologi pengolahan batubara menjadi pupuk, teknologi tersebut diarahkan untuk membantu mengembalikan unsur hara, memperbaiki kondisi tanah, serta mendukung produktivitas lahan yang menghadapi persoalan degradasi dan rendahnya kesuburan tanah.

Pengembang sebelumnya menyebut produk Pupuk Futura mengandung asam humat serta sejumlah unsur yang ditujukan untuk mendukung kesuburan dan struktur tanah.

Bagi PT Kunango Jantan, proyek tersebut sekaligus membuktikan bahwa kemampuan manufaktur Sumatera Barat mampu menghasilkan peralatan industri yang digunakan di pasar internasional.

“Jadi yang buat alatnya kami, yang diminta oleh Saputra Global Harvest, dan hal ini bentuk kerja sama kami,” tegas Andriana.

Tak hanya memproduksi mesin, PT Kunango Jantan juga memberikan dukungan teknis hingga proses perakitan di negara tujuan. Pola kerja sama tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan industri manufaktur daerah dalam rantai bisnis dan transfer teknologi lintas negara.

Dalam ekosistem tersebut, Raden Umar Hasan Saputra berperan sebagai inventor sekaligus pemegang lisensi paten Teknologi Pupuk Batubara. Kunango Jantan Grup menjadi mitra manufaktur yang mengerjakan rekayasa, fabrikasi, serta pengembangan mesin berdasarkan lisensi teknologi tersebut.

Sementara PT Bursatani Global Niaga berperan dalam pengembangan bisnis, jaringan, dan ekosistem pasar dalam negeri. Adapun PT Saputra Global Harvest menangani ekspor mesin sekaligus menjadi mitra transfer Teknologi Pupuk Batubara ke berbagai negara.

Andriana mengatakan kolaborasi tersebut memperlihatkan bagaimana teknologi dan paten dapat dipadukan dengan kemampuan manufaktur lokal, pengembangan bisnis, hingga akses pasar internasional.

Dengan kembali dikirimnya mesin ketiga ke Nigeria, PT Kunango Jantan semakin memperlihatkan bahwa industri asal Sumatera Barat tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga memiliki kapasitas untuk menghasilkan produk rekayasa yang digunakan di luar Indonesia.

“Salah satu implementasi internasional saat ini adalah Nigeria sebagai negara tujuan ekspor mesin Pupuk Batubara,” tutupnya. (HER)

Read Entire Article
Pekerja | | | |