Langgam.id — Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memilih teknologi Sepablock produksi PT Semen Padang untuk pembangunan 813 unit hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat (Sumbar).
Rencana tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri PKP Tedy Siagian saat mengunjungi PT Semen Padang, Selasa (11/8/2026)lalu. Dalam kunjungan itu, Tedy melihat langsung rumah contoh yang menggunakan teknologi Sepablock sekaligus memastikan kesiapan PT Semen Padang dalam mendukung pembangunan huntap.
Tedy mengatakan, 813 unit huntap tersebut ditargetkan dibangun pada 2026 dan tersebar di empat daerah, yakni Kota Padang, Kabupaten Agam, Kabupaten Lima Puluh Kota, dan Kabupaten Pesisir Selatan.
“Kementerian PKP pada tahun ini akan membangun 813 unit hunian tetap di Sumbar. Pembangunannya akan menggunakan teknologi Sepablock produksi PT Semen Padang,” kata Tedy, dikutip Rabu (19/8/2016).
Menurutnya, pembangunan ratusan huntap tersebut menjadi penerapan perdana teknologi Sepablock dalam program penanganan pascabencana. Karena itu, Kementerian PKP berharap inovasi produksi PT Semen Padang tersebut dapat terus dikembangkan sebagai salah satu pilihan teknologi pembangunan hunian.
Tedy menilai Sepablock memiliki potensi untuk mendukung pembangunan rumah yang aman dan berkualitas, termasuk hunian yang ramah gempa.
“Kami berharap produk anak bangsa dari PT Semen Padang ini dapat terus dikembangkan dan menjadi andalan ke depan. Dengan teknologi ini, diharapkan dapat dibangun rumah yang ramah gempa serta memiliki tata udara, pencahayaan, sirkulasi udara, dan sistem proteksi kebakaran yang baik,” ujarnya.
Saat melihat rumah contoh Sepablock di lingkungan PT Semen Padang, Tedy juga mengapresiasi desain dan konstruksinya. Selain dinilai estetis, teknologi tersebut relatif mudah diterapkan dalam proses pembangunan rumah.
Kemudahan dan efisiensi pembangunan menjadi salah satu pertimbangan penting karena huntap akan dibangun dalam jumlah besar. Namun, percepatan pembangunan tetap perlu didukung tenaga kerja yang memahami teknik pemasangan Sepablock sesuai standar.
“Pembangunan huntap dalam jumlah besar tentu membutuhkan tenaga kerja yang memahami cara pemasangan Sepablock. Oleh karena itu, dukungan pelatihan bagi tenaga kerja juga diperlukan agar proses pembangunan dapat berjalan dengan baik dan sesuai standar,” katanya.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengatakan kunjungan Kementerian PKP menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dalam mendukung percepatan pemulihan pascabencana di Sumbar.
“PT Semen Padang berkomitmen mendukung program pemerintah dalam percepatan pemulihan pascabencana, khususnya melalui penyediaan produk dan teknologi konstruksi yang berkualitas,” kata Win.
Ia menyebut Sepablock merupakan salah satu inovasi yang dikembangkan PT Semen Padang untuk menjawab kebutuhan pembangunan rumah yang efisien dan berkualitas, sekaligus sesuai dengan karakteristik wilayah Sumatera Barat.
Kepala Departemen Bisnis Inkubasi Nonsemen & Produk Turunan PT Semen Padang Ridwan Mukhtar mengatakan perusahaan siap memenuhi kebutuhan Sepablock untuk pembangunan 813 huntap tersebut.
Kesiapan itu diperkuat dengan peningkatan kapasitas produksi Sepablock pada Agustus 2026. Kapasitas yang sebelumnya mampu memenuhi kebutuhan sekitar 120 unit rumah tipe 36 per bulan ditingkatkan menjadi 200 unit rumah tipe 36 per bulan.
“Insyaallah, bulan ini kapasitas produksi Sepablock akan kami tingkatkan dari kebutuhan 120 unit menjadi 200 unit rumah tipe 36 per bulan. Peningkatan kapasitas ini dilakukan agar PT Semen Padang dapat memenuhi kebutuhan pembangunan huntap oleh Kementerian PKP,” ujar Ridwan.
Selain meningkatkan kapasitas produksi, PT Semen Padang juga telah menyiapkan stok Sepablock untuk pembangunan sekitar 300 unit rumah.
Dengan stok yang tersedia dan tambahan kapasitas produksi tersebut, perusahaan optimistis kebutuhan Sepablock untuk pembangunan 813 huntap dapat dipenuhi secara bertahap hingga November 2026.
“Kami siap mendukung program Kementerian PKP. Dengan stok yang tersedia dan peningkatan kapasitas produksi yang kami lakukan, Insyaallah kebutuhan Sepablock untuk membangun lebih dari 800 huntap di Sumbar dapat kami penuhi secara bertahap,” pungkas Ridwan. (HER)


















































