Wako Padang Ajak LKAAM Perkuat Kolaborasi Hadapi Narkoba, Tawuran hingga LGBT

10 hours ago 12

Langgam.id — Wali Kota Padang Fadly Amran mendorong Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Padang memperkuat perannya dalam menghadapi berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Fadly saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) IX LKAAM Kota Padang di Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Selasa (22/9/2026).

Fadly mengatakan, persoalan seperti narkoba, LGBT, tawuran, dan penyakit masyarakat membutuhkan penyamaan persepsi serta kolaborasi antara pemerintah, lembaga adat, ninik mamak, Kerapatan Adat Nagari (KAN), dan masyarakat.

“Penyamaan persepsi penting agar berbagai persoalan ke depan dapat ditangani secara efektif dengan tetap menghormati fungsi masing-masing lembaga,” ujar Fadly.

Menurutnya, keberadaan lembaga adat memiliki posisi penting dalam membina generasi muda dan menjaga nilai-nilai adat di tengah masyarakat.

“Kita ingin nagari memiliki peran kuat dalam menjaga adat, membina generasi muda, serta mendukung pembangunan di tengah masyarakat. Tentunya, hal ini diperkuat melalui keberadaan LKAAM bersama KAN dan ninik mamak,” katanya.

Ia menyebut penguatan lembaga adat juga menjadi bagian penting dalam mendukung Program Unggulan (Progul) Sinergi Nagari dan visi pembangunan Kota Padang yang berlandaskan agama dan budaya.

Untuk itu, Pemko Padang, kata Fadly, siap memfasilitasi berbagai program LKAAM yang sejalan dengan agenda pembangunan daerah.

Pemko juga akan terus memperkuat kolaborasi dengan ninik mamak dan KAN agar lembaga adat dapat berkontribusi lebih besar dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

“Untuk itu, Pemko Padang bersama DPRD mendorong penyesuaian regulasi agar penguatan lembaga adat sejalan dengan upaya menangani persoalan sosial sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Selain membahas penguatan peran lembaga adat, Musda IX LKAAM Kota Padang juga menjadi momentum pemilihan kepengurusan LKAAM Kota Padang periode 2026-2031.

Musda mengusung tema “Memperkuat Peran LKAAM Kota Padang dalam Mewujudkan Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah Menuju Kota Padang yang Berbudaya, Bermartabat dan Religius”.

Fadly berharap proses pemilihan kepengurusan berlangsung secara badunsanak dengan mengedepankan musyawarah dan mufakat.

“Musda ini merupakan tahapan penting dalam penguatan organisasi LKAAM Kota Padang. Kita berharap proses pemilihan berlangsung secara badunsanak, mengedepankan musyawarah dan mufakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua LKAAM Kota Padang Syafril Ulbi Datuak Bagindo Rajo mengapresiasi dukungan Pemko Padang terhadap pelaksanaan Musda IX LKAAM.

Ia berharap Musda menghasilkan kepengurusan yang mampu memperkuat persatuan lembaga adat, menjalankan pembinaan terhadap anak kemenakan, serta meningkatkan keterlibatan ninik mamak dalam pembangunan Kota Padang.

Ketua Pelaksana Musda IX LKAAM Kota Padang, Yolanda Kaharudin Datuak Sati Nan Balatiah, mengatakan Musda diikuti 23 pemilik suara.

Mereka terdiri atas 11 ketua LKAAM kecamatan, 10 ketua KAN, satu perwakilan LKAAM Kota Padang, dan satu perwakilan LKAAM Sumbar.

Yolanda menyebutkan, dari tujuh kandidat yang sebelumnya diusulkan, kini tersisa dua calon Ketua LKAAM Kota Padang, yakni Irwan Basir Datuak Rajo Alam dan Hendri Yazid Datuak Rajo Diguci.

“Dari tujuh kandidat yang sebelumnya diusulkan, kini tersisa dua calon Ketua LKAAM Kota Padang. Kami berharap proses pemilihan berjalan secara badunsanak melalui musyawarah dan mufakat,” katanya.

Musda IX LKAAM Kota Padang turut dihadiri Ketua LKAAM Sumatera Barat Fauzi Bahar Datuak Sati bersama jajaran pengurus, unsur Forkopimda Kota Padang, pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemko Padang, serta pengurus LKAAM kecamatan dan KAN se-Kota Padang. (HER)

Read Entire Article
Pekerja | | | |