50 Warga Mengungsi Dampak Galodo di Kawasan Perkantoran Pemkab Solok

16 hours ago 14

Langgam.id — Sekitar 50 warga mengungsi setelah banjir bandang atau galodo menerjang kawasan Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Senin (21/9/2026) malam.

Banjir bandang yang terjadi sekitar pukul 19.45 WIB tersebut bersumber dari hulu Sungai Batang Laso. Material longsoran berupa pasir, batu, lumpur dan air menerjang kawasan Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok di Arosuka.

Berdasarkan laporan penanganan bencana dari tim gabungan yang dipimpin Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini, para warga yang terdampak kemudian mengungsi ke sejumlah lokasi.

“Yakni ke Mapolres Solok, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok dan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok,” demikian dikutip dari keterangan resmi, Selasa (22/9/2026)

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Solok sejak sore menyebabkan debit sejumlah aliran sungai meningkat. Kondisi tersebut kemudian memicu longsor pada bukit di belakang kawasan Kantor Bupati Solok.

Material longsoran selanjutnya terbawa aliran air dan menerjang kawasan perkantoran serta permukiman warga di sekitarnya. Material banjir juga meluap hingga memasuki badan Jalan Raya Solok-Padang di sekitar kawasan Kantor Bupati Solok.

Selain menyebabkan warga mengungsi, bencana tersebut juga mengakibatkan sejumlah warga mengalami luka-luka.

Tiga warga dilaporkan mengalami luka ringan, yakni Muslihat (54), Anggiat Sirait (66), dan Yurnalis (45). Sementara Muhammad Nur Zen (56) mengalami luka berat berupa fraktur pada alat gerak bawah dan perdarahan sehingga dirujuk ke Semen Padang Hospital (SPH) di Kota Padang.

Galodo juga berdampak terhadap sejumlah kantor pemerintahan. Kantor Dinas PUPR dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) dilaporkan tertimbun material dengan ketebalan masing-masing sekitar 30 dan 20 sentimeter.

Sementara itu, Kantor DPRD, Bapenda, Bapelitbang, Inspektorat Daerah, Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan dan BKPSDM juga terdampak material banjir bandang.

Data sementara juga mencatat sedikitnya tujuh kendaraan terdampak, terdiri dari kendaraan dinas dan kendaraan milik masyarakat. Sementara jumlah sepeda motor yang terdampak masih dalam pendataan.

Untuk permukiman warga, diperkirakan sekitar 100 unit rumah terdampak material banjir bandang. Namun, data tersebut masih dalam pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok.

Selain itu, satu jembatan penghubung jalan utama Arosuka tertimbun material sehingga belum dapat dilalui. Masjid Kayu Aro juga dilaporkan tertimbun material longsor.

Penanganan bencana dipimpin langsung Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini. Personel gabungan dari Dit Samapta Polda Sumbar, Sat Brimob Polda Sumbar, BPBD Provinsi Sumbar, Polres Solok, Polsek Gunung Talang, Kodim 0309 Solok, serta BPBD Kabupaten dan Kota Solok dikerahkan ke lokasi.

Sebanyak tiga alat berat juga diturunkan untuk membantu proses penanganan material galodo, yakni satu unit ekskavator, satu wheel loader dan satu beko dozer.

Hingga Selasa (22/9/2026), petugas masih melakukan penanganan dan pendataan terhadap dampak bencana di sejumlah lokasi terdampak. (HER)

Read Entire Article
Pekerja | | | |