Kesaksian Warga Ungkap Detik-detik Galodo Terjang Solok: 2 Kali Dentuman, Warga Panik

12 hours ago 11

Langgam.id – Dua kali suara dentuman keras menjadi tanda awal banjir bandang atau galodo menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatra Barat (Sumbar), Senin (21/9/2026) malam.

Tak lama setelah suara itu terdengar, warga berlarian menyelamatkan diri, sebagian keluar dari kawasan terdampak dengan tubuh dipenuhi lumpur.

Seorang saksi, Fauzan, mengatakan bencana tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, aktivitas masyarakat di Jalan Lintas Padang-Solok masih cukup ramai.

Kata Fauzan, suara dentuman pertama terdengar cukup lama dari arah aliran sungai. Suara itu menyerupai gesekan batu-batu berukuran besar yang terbawa derasnya arus.Tak lama berselang, suara dentuman kedua kembali terdengar.

“Dentumannya terdengar dua kali. Seperti suara batu-batu besar yang bergesekan dan terbawa arus,” kata Fauzan kepada Langgam.id, Selasa (22/9/2026).

Mendengar suara tersebut, Fauzan langsung bergerak mendekati lokasi untuk membantu proses evakuasi warga. Namun, kondisi di lapangan sudah berubah menjadi kepanikan.

Ia melihat warga berlarian meninggalkan kawasan yang diterjang galodo. Sebagian di antaranya keluar dengan kondisi tubuh dipenuhi lumpur.

“Warga banyak yang berlarian. Ada yang keluar dalam kondisi penuh lumpur,” ujarnya.

Fauzan menyebutkan sejumlah warga juga sempat terjebak di sekitar Masjid Raya Ikhlas Arrahman, Kayu Aro, yang berada tidak jauh dari lokasi terjangan galodo.

Derasnya arus membawa material dari kawasan hulu. Batu, kayu dan lumpur menerjang sejumlah kawasan di sekitar aliran sungai. Bahkan, sejumlah kendaraan disebut ikut hanyut, sementara bangunan yang berada di sepanjang aliran sungai mengalami kerusakan.

“Banyak kendaraan yang hanyut dan bangunan di sepanjang aliran sungai rusak parah,” ungkapnya.

Fauzan mengaku tidak menjadi korban langsung dalam peristiwa tersebut. Saat galodo menerjang, ia berada tidak terlalu dekat dengan titik utama terjangan.

Setelah mengetahui kondisi warga di lokasi, Fauzan memilih mendekat untuk membantu proses evakuasi dan penanganan warga terdampak.

Penanganan material galodo mulai dilakukan pada malam hari. Menurut Fauzan, alat berat tiba di lokasi sekitar tengah malam atau pukul 00.00 WIB.

“Kedatangan alat berat tersebut digunakan untuk membantu proses penanganan material yang menutup sejumlah bagian kawasan terdampak,” jelasnya.

Hingga Selasa (22/9/2026), tim gabungan masih melakukan pembersihan material banjir bandang di sejumlah titik. Tumpukan batu, kayu dan lumpur masih terlihat di kawasan sekitar perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok serta permukiman warga.

Galodo juga berdampak terhadap akses Jalan Lintas Padang-Solok. Jalur tersebut sempat terputus setelah material yang terbawa arus menutup badan jalan.

Pemerintah Kabupaten Solok kemudian menetapkan status darurat bencana selama 14 hari. Penanganan difokuskan pada pembersihan material, evakuasi warga terdampak, penyaluran bantuan logistik, serta pendataan masyarakat yang terdampak bencana. (WAN)

Read Entire Article
Pekerja | | | |