59 Warga Padang Panjang Terima Bantuan ATENSI Kemensos, Ada Kursi Roda hingga Modal Usaha

7 hours ago 10

Langgam.id — Sebanyak 59 warga Kota Padang Panjang menerima bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI melalui Sentra Terpadu Inten Soeweno.

Bantuan tersebut diserahkan Anggota Komisi VIII DPR RI Lisda Hendrajoni di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Padang Panjang, Jumat (4/9/2026).

Penyaluran bantuan turut dihadiri Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra, Ketua DPRD Imbral, Ketua TP-PKK Kota Padang Panjang Ny. Maria Feronika Hendri serta jajaran pejabat Pemerintah Kota Padang Panjang.

Bantuan ATENSI yang diberikan cukup beragam. Selain alat bantu bagi penyandang disabilitas, bantuan juga mencakup perlengkapan rumah tangga, kebutuhan kebersihan diri, nutrisi hingga modal usaha.

Untuk penyandang disabilitas, bantuan yang disalurkan antara lain penyangga kaki, kursi roda anak, kursi roda multifungsi, kursi roda standar, alat bantu dengar dan kaki palsu.

Sementara penerima lainnya mendapatkan perlengkapan dapur, perlengkapan kamar, kebutuhan kebersihan diri dan nutrisi serta bantuan modal usaha warungan.

Perwakilan Kepala Sentra Terpadu Inten Soeweno, Fepi Rubiyanti, mengatakan bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk menjalankan kembali fungsi sosial dan meningkatkan kemandirian.

“Bantuan ini merupakan salah satu bentuk kehadiran negara dalam membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan dukungan sosial. Penerima bantuan telah diverifikasi dan dinyatakan berhak menerima bantuan,” ujar Fepi.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal. Dengan begitu, bantuan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat mendorong penerima untuk semakin mandiri.

Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra mengapresiasi dukungan Kemensos bersama Komisi VIII DPR RI kepada masyarakat Kota Padang Panjang.

Menurutnya, bantuan tersebut akan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan dan penyandang disabilitas.

Allex juga meminta Dinas Sosial, camat dan lurah ikut melakukan pendampingan terhadap penerima bantuan.

“Pendampingan penting agar bantuan yang diterima benar-benar dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas hidup,” katanya.

Ia berharap kolaborasi antara Pemerintah Kota Padang Panjang, Kemensos dan Komisi VIII DPR RI tersebut dapat terus berlanjut.

Sementara itu, Lisda Hendrajoni mengatakan bantuan ATENSI merupakan bentuk dukungan Komisi VIII DPR RI bersama Kemensos kepada masyarakat Padang Panjang, terutama mereka yang membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kemandirian.

Selain memastikan penyaluran bantuan, Lisda juga menekankan pentingnya akurasi data dalam menentukan masyarakat yang berhak menerima bantuan sosial.

Ia menilai pengelompokan masyarakat berdasarkan desil masih perlu terus diperbaiki agar benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat di lapangan.

Karena itu, hasil pendataan melalui sensus diharapkan dapat menjadi salah satu dasar yang lebih akurat dalam menentukan penerima bantuan.

“Data yang akurat menjadi kunci agar program bantuan pemerintah dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan tepat sasaran,” katanya. (HER)

Read Entire Article
Pekerja | | | |