Proses evakuasi terhadap pekerja jaringan yang meninggal dunia akibat tersengat listrik di Padang (Foto: Irwanda/Langgam.id)
Langgam.id — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat menerapkan pemadaman listrik bergilir selama tiga jam di sejumlah kawasan Kota Padang, Sabtu (23/5/2026). Kebijakan itu dilakukan sebagai langkah pengurangan beban di tengah proses pemulihan sistem kelistrikan pascagangguan listrik massal di Sumbar.
General Manager PLN UID Sumbar, Ajrun Karim, mengatakan pemadaman sementara dilakukan untuk menjaga kestabilan sistem yang hingga kini masih dalam tahap penormalan.
“Pemadaman bergilir dilakukan untuk pengurangan beban atau manajemen beban sistem kelistrikan,” kata Ajrun kepada Langgam.id, Sabtu.
Menurut dia, pemadaman dilakukan secara bergilir dengan durasi sekitar tiga jam di masing-masing wilayah terdampak. PLN menjadwalkan manajemen beban tersebut berlangsung hingga pukul 15.00 WIB.
Sejumlah kawasan yang terdampak pemadaman sementara antara lain kawasan Kampus UIN Imam Bonjol Padang di Sungai Bangek, Lubuak Parandaman, Tanjung Aur Balai Gadang, Air Dingin, Lori, dan Sungai Lareh.
Ajrun menjelaskan langkah tersebut diambil agar distribusi listrik tetap berjalan merata di tengah meningkatnya kebutuhan beban masyarakat, sementara sistem kelistrikan Sumbar belum sepenuhnya stabil.
Sebelumnya, PLN menyebut sistem kelistrikan Sumbar masih dalam kondisi “hunting” pascablackout yang terjadi Jumat (22/5/2026) malam. Kondisi itu menyebabkan keseimbangan pasokan dan beban listrik belum stabil sehingga diperlukan pengaturan beban secara bertahap untuk mencegah gangguan meluas.
PLN juga mengimbau masyarakat mengurangi penggunaan listrik yang tidak mendesak selama proses pemulihan berlangsung. Perusahaan menargetkan normalisasi sistem dilakukan secara bertahap hingga pasokan listrik kembali pulih sepenuhnya. (HER)

















































