Siapkan Insinyur Masa Depan, FTSP UBH Bahas Digitalisasi dan Mitigasi Bencana

8 hours ago 10

Langgam.id— Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Bung Hatta menggelar International Public Lecturer bertajuk “The Next-Gen Engineer: Memanfaatkan Digitalisasi dan Respons Cepat Bencana dalam Membangun Peradaban Resilien”.

Kegiatan yang digelar di Aula Balairung Carakan Gedung B Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Rabu (16/9/2026), menghadirkan akademisi dari sejumlah perguruan tinggi untuk membahas tantangan pembangunan di tengah perkembangan teknologi dan meningkatnya risiko bencana.

Kegiatan dibuka Wakil Rektor III Universitas Bung Hatta Bidang Riset, Inovasi dan Kerja Sama, Dr. Zulherman. Kehadiran sejumlah pembicara dari perguruan tinggi menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik sekaligus memperkuat kolaborasi internasional di bidang teknik sipil dan perencanaan.

Dekan FTSP Universitas Bung Hatta, Dr. Rini Mulyani, mengatakan perkembangan teknologi dan meningkatnya risiko bencana menuntut perguruan tinggi mempersiapkan insinyur yang tidak hanya menguasai aspek teknis.

Menurutnya, calon insinyur juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan digital dan memiliki perspektif pembangunan berkelanjutan.

“Melalui International Public Lecturer ini, kami ingin memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan dari para akademisi yang memiliki pengalaman dan kepakaran di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Ia mengatakan tantangan pembangunan ke depan membutuhkan insinyur yang tangguh, mampu memanfaatkan teknologi digital, memahami risiko bencana, serta mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Rini menambahkan, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya FTSP Universitas Bung Hatta memperkuat peran perguruan tinggi dalam menyiapkan next-generation engineers.

Para insinyur generasi baru tersebut diharapkan mampu merespons perubahan teknologi, mengantisipasi risiko bencana, serta menerapkan prinsip keberlanjutan dalam pembangunan.

Diskusi dalam kegiatan tersebut dimoderatori Dr. Jonny Wongso. Pembahasan diarahkan pada keterkaitan perkembangan teknologi, penelitian teknik sipil, pembangunan berkelanjutan, serta kebutuhan respons cepat dan tepat terhadap berbagai risiko bencana.

Tiga pembicara hadir dalam kegiatan tersebut. Prof. Rusnadi Rahmad Putra dari Teknik Sipil Universitas Negeri Padang membawakan materi mengenai potensi likuefaksi berdasarkan observasi mikrotremor dan investigasi tanah.

Materi tersebut membahas pendekatan untuk mengidentifikasi karakteristik serta potensi likuefaksi yang penting dalam mendukung perencanaan infrastruktur yang lebih aman terhadap risiko gempa.

Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. Azman Mohamed dari Universiti Teknologi Malaysia membahas pengembangan material konstruksi berkelanjutan dalam teknik sipil.

Pembicara lainnya, Assoc. Prof. Dr. Wahyudi P. Utama dari Program Studi Teknik Ekonomi Konstruksi Universitas Bung Hatta, mengangkat pemanfaatan digitalisasi dalam tata kelola dan pemantauan kinerja proyek pemerintah.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital dapat mendukung transparansi, efektivitas, efisiensi, serta peningkatan kualitas pembangunan infrastruktur.

Kegiatan ini juga dikaitkan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 9 mengenai industri, inovasi dan infrastruktur, serta SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. (HER)

Read Entire Article
Pekerja | | | |