Riset Kolaboratif UNP-Diskop UKM Sumbar: Transformasi Digital Tingkatkan Pendapatan UMKM hingga 20 Persen

14 hours ago 9

Langgam.id – Riset kolaboratif yang dilakukan Universitas Negeri Padang (UNP) bersama Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat menemukan bahwa penerapan transformasi digital mampu meningkatkan pendapatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga lebih dari 20 persen.

Temuan tersebut dipaparkan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Transformasi Digital dan Ketahanan Sosial Pasca Pandemi: Studi Komparatif Pemberdayaan Masyarakat di Indonesia dan Asia Tenggara yang digelar di Hotel UNP, Payakumbuh.

Riset dipimpin Tim Peneliti Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) UNP yang diketuai Dr. Yasdinul Huda, S.Pd., M.T., bersama anggota Dr. Rino, S.Pd., M.Pd., M.M., Dr. Zul Afdal, M.Pd., dan Dra. Armida S., M.Si.

Dr. Yasdinul Huda menjelaskan, transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan teknologi, tetapi juga ditentukan oleh kuatnya modal sosial dan kolaborasi antarberbagai pihak.

“Transformasi digital harus dibangun secara inklusif melalui sinergi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat. Pemerataan infrastruktur digital, peningkatan literasi digital, penguatan kelembagaan ekonomi lokal, serta pemberdayaan kelompok rentan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi pascapandemi,” ujarnya, dikutip Minggu (26/7/2026).

Penelitian melibatkan 90 pelaku UMKM dan 10 pengelola Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) dari Kota Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota, dan Kabupaten Agam.

Hasil riset menunjukkan sebanyak 73,8 persen pelaku usaha berada pada rentang usia produktif 25–44 tahun yang dinilai paling adaptif terhadap pemanfaatan teknologi. Kelompok ini terbukti mampu meningkatkan pendapatan usaha lebih dari 20 persen sekaligus memperluas jangkauan pemasaran hingga pasar internasional melalui pemanfaatan platform digital.

Selain itu, penelitian juga menemukan bahwa 81,2 persen responden merupakan perempuan. Temuan tersebut menunjukkan peran besar kaum ibu dalam menggerakkan ekonomi digital keluarga di Sumatera Barat.

Dari sisi sosial, nilai gotong royong masyarakat memperoleh skor 4,31 yang dinilai menjadi modal penting dalam menjaga ketahanan komunitas saat menghadapi berbagai tantangan. Sementara persepsi pelaku usaha terhadap efisiensi penggunaan teknologi digital memperoleh skor tinggi, yakni 4,68.

Meski demikian, riset juga mengidentifikasi sejumlah tantangan yang masih dihadapi UMKM. Kesenjangan infrastruktur digital antara wilayah perkotaan dan pedesaan masih cukup besar. Sebanyak 52,5 persen responden juga masih mengandalkan telepon pintar sebagai perangkat utama usaha, sehingga produktivitas dinilai belum optimal dibanding penggunaan laptop atau komputer.

Di sisi lain, pelatihan pemasaran digital berbahasa Inggris juga masih terbatas sehingga menjadi salah satu kendala bagi UMKM untuk memperluas akses ke pasar global.

Fungsional Pengembangan Kewirausahaan Ahli Madya Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat, Ir. Rina Morita, M.Si., mengatakan penguatan kapasitas UMKM menjadi kebutuhan mendesak mengingat Sumatera Barat memiliki sekitar 740.347 unit UMKM, dengan sekitar 99,73 persen di antaranya merupakan usaha mikro.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus mendorong berbagai program pemberdayaan, mulai dari penciptaan wirausaha baru, pelatihan kewirausahaan, fasilitasi akses pembiayaan, sertifikasi halal, peningkatan kualitas produk, hingga perluasan akses pemasaran.

“Kami juga menghadirkan Klinik UMKM Minang Bangkit sebagai pusat konsultasi bagi pelaku usaha, khususnya yang terdampak bencana, dalam aspek pembiayaan, pemasaran, dan pemulihan produksi,” katanya.

FGD tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM dan pengelola BUMNag dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Melalui riset kolaboratif ini, UNP dan Dinas Koperasi UKM Sumbar berharap transformasi digital dapat menjadi strategi utama untuk meningkatkan daya saing, produktivitas, dan kesejahteraan UMKM di tengah perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat. (HER)

Read Entire Article
Pekerja | | | |