Langgam.id – PT Semen Padang berencana memperluas kerja sama dengan PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang setelah kolaborasi penyediaan binder clay sebagai bahan baku pupuk NPK memasuki tahun kedua. Perluasan kerja sama itu diarahkan pada pengembangan produk turunan lainnya untuk mendukung kebutuhan industri pupuk nasional.
Rencana tersebut mengemuka saat PT Semen Padang menerima kunjungan manajemen PT Pusri Palembang dan PT Petrokimia Gresik, Jumat (17/7/2026) lalu. Pertemuan itu menjadi ajang evaluasi kerja sama yang telah berjalan sekaligus membuka peluang sinergi baru di bidang bisnis nonsemen.
Kepala Departemen Bisnis Non Semen dan Produk Turunan (BNSPT) PT Semen Padang, Ridwan Muchtar, mengatakan kerja sama penyediaan binder clay selama dua tahun terakhir menunjukkan hasil positif dan membuktikan bahwa produk turunan perusahaan mampu memberikan kontribusi bagi industri pupuk.
“Kerja sama dengan PT Pusri yang telah berjalan selama dua tahun ini menunjukkan potensi besar dari pengembangan bisnis nonsemen. Harapan kami, kolaborasi ini tidak hanya berlanjut, tetapi juga berkembang pada produk-produk lainnya seperti filler NPK,” ujarnya, dikutip Selasa (21/7/2026).
Menurut Ridwan, PT Semen Padang telah menyiapkan berbagai langkah untuk mendukung perluasan kerja sama tersebut, mulai dari penyampaian keunggulan teknis produk, data kualitas dan konsistensi pasokan, hingga penjajakan uji coba material agar sesuai dengan kebutuhan operasional industri pupuk.
Selain memperkuat kolaborasi dengan PT Pusri, PT Semen Padang juga menjajaki peluang kerja sama dengan PT Petrokimia Gresik dalam penyediaan binder clay maupun filler sebagai alternatif bahan baku produksi pupuk.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan kunjungan dua anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) itu menjadi momentum untuk mempererat sinergi sekaligus membuka peluang kerja sama yang memberikan nilai tambah bagi masing-masing perusahaan.
Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu strategi penting dalam membangun ekosistem bisnis yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing di tengah perkembangan industri.
Sementara itu, Senior Engineer Pelaporan dan Pengendalian Material PT Pusri Palembang, Yuliana, mengatakan kunjungan tersebut difokuskan untuk mengevaluasi kerja sama penyediaan binder clay yang telah berjalan sekaligus mengeksplorasi peluang penggunaan material lain sebagai filler dalam produksi pupuk NPK.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan PT Pusri Palembang dan PT Petrokimia Gresik juga meninjau sejumlah fasilitas strategis PT Semen Padang, mulai dari area operasional pabrik, workshop, hingga rumah contoh Sepablock sebagai salah satu produk inovasi perusahaan.
Melalui penguatan bisnis nonsemen dan perluasan kemitraan strategis dengan PT Pusri, PT Semen Padang optimistis dapat meningkatkan kontribusinya terhadap industri pupuk nasional sekaligus memperkuat pertumbuhan bisnis perusahaan secara berkelanjutan. (HER)















































