Langgam.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (UNAND) memberikan edukasi kesehatan reproduksi, pengenalan tubuh, dan batasan diri kepada pelajar di Nagari Padang Sibusuk.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bertahap di sejumlah sekolah mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Edukasi diberikan dengan materi dan metode yang disesuaikan dengan usia serta tingkat pemahaman siswa.
Kegiatan ini dilaksanakan Lidya Avantie Hasibuan, mahasiswa KKN UNAND Periode 2 di wilayah Padang Sibusuk. Ia mengatakan edukasi tersebut penting diberikan sejak dini agar anak memiliki pemahaman yang tepat mengenai tubuh dan kemampuan untuk melindungi diri.
Pada jenjang sekolah dasar, kegiatan digelar di SD IUT Siti Khadijah, SDN 01, SDN 05, SDN 06, SDN 07, SDN 09, SDN 11, dan SDN 12 Padang Sibusuk.
Sementara untuk jenjang SMP, edukasi diberikan di SMP IUT Siti Khadijah, MTsN Padang Sibusuk, dan SMP Negeri 3 Padang Sibusuk.
Edukasi juga menyasar pelajar tingkat SMA, yakni siswa SMA Negeri 4 Padang Sibusuk dan MAN 2 Padang Sibusuk.
Materi yang diberikan meliputi cara menjaga kebersihan diri dan area genital, mengenali bagian tubuh pribadi, serta membedakan perilaku yang aman dan tidak aman.
Agar mudah dipahami, materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana dan disesuaikan dengan usia peserta.
Sebelum kegiatan dimulai, siswa mengikuti pre-test untuk mengetahui pemahaman awal mereka mengenai kesehatan reproduksi, pengenalan tubuh, dan batasan diri.
Setelah materi dan seluruh rangkaian edukasi selesai, siswa kembali mengerjakan post-test. Hasil kedua tes tersebut digunakan sebagai evaluasi untuk melihat perubahan pemahaman siswa setelah mengikuti kegiatan.
Khusus bagi siswa sekolah dasar, penyampaian materi juga diselingi pemutaran video edukatif berjudul “Area Privasiku”. Media tersebut digunakan untuk membantu siswa memahami bagian tubuh yang bersifat pribadi serta pentingnya berani mengatakan tidak terhadap perlakuan yang membuat mereka merasa tidak nyaman.
Siswa juga diberikan kesempatan bertanya selama kegiatan berlangsung. Pendekatan interaktif tersebut membuat peserta lebih leluasa menyampaikan pertanyaan dan memahami materi yang diberikan.
Lidya mengatakan kesehatan reproduksi perlu dibicarakan secara terbuka dengan cara yang tepat dan sesuai usia anak.
“Kesehatan reproduksi bukanlah hal yang tabu untuk dibicarakan, justru penting untuk dikenalkan kepada anak sejak dini dengan cara yang sesuai dengan usia mereka. Anak-anak perlu memahami tubuhnya, mengetahui batasan diri, serta memiliki keberanian untuk menjaga dan melindungi dirinya,” kata Lidya, Jumat (14/8/2026).
Ia berharap edukasi tersebut dapat membantu pelajar di Padang Sibusuk memperoleh pemahaman yang benar mengenai kesehatan reproduksi. Dengan begitu, anak tidak merasa malu untuk bertanya dan dapat mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi situasi yang tidak aman.
Menurutnya, pengetahuan yang diberikan tidak cukup hanya diperoleh di sekolah. Pemahaman tersebut juga perlu diperkuat melalui dukungan guru dan orang tua sehingga dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan para guru. Edukasi kesehatan reproduksi dan perlindungan diri dinilai penting untuk diberikan sejak dini agar siswa memiliki pemahaman yang tepat mengenai tubuhnya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNAND berharap edukasi yang diberikan dapat menjadi bekal bagi pelajar di Nagari Padang Sibusuk untuk menjaga kesehatan dan melindungi diri.
Program itu sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan masyarakat melalui edukasi yang disesuaikan dengan usia anak. (HER)


















































