Lebih dari 110 Karhutla Terjadi Tahun Lalu, Sumbar Perkuat Antisipasi Hadapi Musim Kemarau 2026

17 hours ago 13

Langgam.id — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memperkuat langkah antisipasi menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau 2026. Langkah itu dilakukan menyusul tingginya kasus karhutla yang terjadi sepanjang tahun lalu.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyebutkan, pada 2025 tercatat lebih dari 110 kejadian kebakaran hutan dan lahan di berbagai daerah di Sumbar dengan total area terdampak mencapai lebih dari 1.450 hektare.

“Penanganan karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi, koordinasi, dan komitmen kuat dari seluruh pihak agar ancaman kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sejak dini,” ujar Mahyeldi saat memimpin Apel Siaga Pengendalian Karhutla Tingkat Provinsi Sumbar di Nagari Pasia Laweh, Agam, dikutip, Jumat (22/5/2026).

Menurut Mahyeldi, sejumlah daerah seperti Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Solok, dan Kabupaten Agam bahkan sempat menetapkan status tanggap darurat akibat meningkatnya titik panas dan kejadian karhutla pada tahun lalu.

Ia mengatakan, ancaman karhutla tahun ini diperkirakan meningkat seiring prediksi musim kemarau yang datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang. Berdasarkan analisis BMKG, kondisi tersebut diperkuat adanya indikasi peralihan menuju El Nino pada periode Juni hingga September 2026.

Mahyeldi menegaskan, upaya pencegahan harus menjadi fokus utama dalam penanganan karhutla tahun ini. Pemerintah daerah diminta memperkuat deteksi dini titik panas, patroli terpadu, serta edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama tanpa mengesampingkan kesiapan penanggulangan apabila terjadi kebakaran,” katanya.

Apel siaga tersebut diikuti 12 UPTD dari 11 kabupaten dan kota di Sumbar sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau.

Mahyeldi menyebut faktor manusia masih menjadi penyebab dominan kebakaran hutan dan lahan, mulai dari pembukaan lahan dengan cara membakar, kelalaian masyarakat, penebangan liar, hingga konflik lahan.

Karena itu, ia meminta seluruh unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, dan masyarakat bergerak dalam satu komando menghadapi ancaman karhutla.

Gubernur juga mengajak tokoh masyarakat seperti ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, hingga kelompok masyarakat peduli api untuk ikut menjaga kawasan hutan dan lingkungan.

“Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga kelestarian hutan dan lingkungan demi keberlanjutan generasi mendatang. Kita tentu berharap kejadian karhutla tahun 2025 tidak terulang kembali di tahun 2026,” ujar Mahyeldi.

Usai apel siaga, Gubernur melakukan penanaman pohon manggis dan peletakan batu pertama pembangunan Monumen Nagari Peduli Hutan di Nagari Pasia Laweh sebagai simbol penguatan komitmen pelestarian lingkungan di Sumbar. (HER)

Read Entire Article
Pekerja | | | |