5 Fakta Harimau Sumatra Masuk Perangkap di Agam: Namanya Puti Batuah, Dibawa ke Kandi Sawahlunto

11 hours ago 12

Langgam.id – Seekor harimau Sumatra masuk kandang jebak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) di kawasan Batang Palupuh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Jumat (22/5/20226) dini hari. Harimau tersebut dilaporkan telah meresahkan warga sejak beberapa pekan terakhir.

Satwa dilindungi bernama latin Panthera Tigris Sumatrae itu diduga harimau yang sebelumnya beberapa kali terlihat berkeliaran di wilayah Palembayan, Matur, hingga Palupuh dan sempat memicu kekhawatiran masyarakat.

Setelah melalui serangkaian pemantauan dan upaya penanganan, petugas akhirnya mengevakuasi harimau tersebut untuk menjalani observasi kesehatan sebelum dipindahkan ke habitat yang lebih aman.

Berikut lima fakta harimau Sumatra masuk perangkap BKSDA Sumbar di Agam.

  1. Masuk Kandang Jebak Dini Hari

Harimau Sumatra itu masuk ke dalam kandang jebak yang dipasang tim BKSDA Sumbar bersama Patroli Anak Nagari (Pagari) dan warga sejak Rabu (20/5/2026). Berdasarkan rekaman kamera jebak, satwa tersebut terdeteksi masuk sekitar pukul 02.30 WIB.

Petugas baru memastikan keberadaan harimau di dalam kandang saat melakukan pengecekan lapangan pada pagi harinya. Dalam perjalanan menuju lokasi, tim menemukan banyak jejak kaki harimau di sekitar area hutan dan perkebunan warga.

Setibanya di lokasi, pintu kandang sudah tertutup rapat dengan seekor harimau muda berada di dalamnya.

  1. Sering Muncul di Tiga Kecamatan

BKSDA Sumbar menduga harimau yang tertangkap merupakan individu yang sebelumnya berulang kali muncul di Kecamatan Palembayan, Matur, dan Palupuh.

Kemunculan satwa liar tersebut sempat membuat warga waswas karena beberapa kali terlihat berada dekat lahan pertanian dan kebun masyarakat.

Petugas konservasi sebelumnya telah melakukan berbagai langkah penanganan agar interaksi antara manusia dan harimau tidak semakin berisiko.

Evakuasi menggunakan kandang jebak disebut menjadi langkah terakhir untuk menjaga keselamatan satwa sekaligus memberikan rasa aman bagi warga sekitar.

  1. Dievakuasi ke Kandi Sawahlunto

Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BKSDA Sumbar, Pagari, aparat kepolisian, TNI, serta masyarakat setempat. Sebelum dipindahkan, harimau terlebih dahulu dibius agar proses evakuasi berjalan aman.

Satwa itu kemudian dibawa secara manual menggunakan kain sarung menuju akses pemukiman dengan jarak sekitar 200 meter dari lokasi kandang jebak.

Setelah berhasil dievakuasi, harimau langsung dibawa ke Kantor Seksi Wilayah I BKSDA Sumbar di Koto Bukittinggi untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan observasi lebih lanjut. Kemudian, di bawah ke Sawahlunto.

“Sudah dievakuasi ke Taman Wisata Kandi Sawahlunto,” kata Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar Ade Putra, kepada Langgam.id, Sabtu (23/5/2026).

Saat ini, kata Ade, harimau tersebut sudah pulih dari pembiusan. “Sekarang (harimau) sedang recovery di Kandi Sawahlunto,” katanya.

  1. Diberi Nama Puti Batuah

Harimau Sumatra itu berjenin kelamin betina. Pihak BKSDA Sumbar memperkirakan usianya di bawah dua tahun. Lantaran betina, harimau itu diberi nama Puti Batuah.

Menurut Ade, nama tersebut diberikan masyarakat setempat saat akan mengevakuasi harimau dari Palupuah.

“Puti Batuah namanya. Diberi oleh wali nagari dan masyarakat sekitar saat evakuasi, katanya. (ICA)

Read Entire Article
Pekerja | | | |