OJK: Sektor Jasa Keuangan Sumbar Tumbuh Positif pada Triwulan I 2026

22 hours ago 17

Langgam.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kinerja sektor jasa keuangan di Sumatera Barat pada triwulan I 2026 tetap tumbuh positif dan stabil di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global.

Kepala OJK Provinsi Sumatera Barat Roni Nazra mengatakan pertumbuhan sektor jasa keuangan tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Sumbar yang tercermin dari capaian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) triwulan I 2026 sebesar 5,02 persen secara tahunan (year on year/yoy).

“Sektor jasa keuangan di Sumatera Barat tetap tumbuh solid dan berperan penting dalam mendukung aktivitas ekonomi daerah,” kata Roni dalam keterangan resmi, Jumat (22/5/2026).

Data OJK mencatat total aset perbankan di Sumbar pada posisi Maret 2026 mencapai Rp86,74 triliun atau tumbuh 3,77 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, penyaluran kredit dan pembiayaan mencapai Rp75,50 triliun atau tumbuh 2,98 persen (yoy).

Adapun penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp62,92 triliun atau meningkat 9,24 persen dibandingkan Maret 2025.

Roni menjelaskan, risiko kredit perbankan masih relatif terjaga dengan rasio non-performing loan (NPL) sebesar 2,78 persen, meski sedikit meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 2,51 persen.

Di sektor UMKM, penyaluran kredit mencapai Rp30,87 triliun atau sekitar 40,89 persen dari total kredit perbankan di Sumbar. Namun secara tahunan, penyaluran kredit UMKM masih mengalami kontraksi sebesar 2,08 persen.

Sementara itu, perbankan syariah menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi. Total aset perbankan syariah pada Maret 2026 tercatat sebesar Rp14,84 triliun atau tumbuh 13,30 persen (yoy).

Kemudian penghimpunan dana pihak ketiga mencapai Rp11,27 triliun atau tumbuh 3,04 persen, sedangkan pembiayaan meningkat 14,68 persen menjadi Rp12,71 triliun.

“Risiko pembiayaan syariah juga masih terjaga dengan rasio non-performing financing (NPF) sebesar 1,75 persen,” ujar Roni.

Selain perbankan, pertumbuhan juga terjadi pada sektor pasar modal. OJK mencatat jumlah investor pasar modal di Sumbar terus meningkat. Hingga Maret 2026, jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 395.768 investor atau tumbuh 97,15 persen secara tahunan.

Jumlah investor reksa dana menjadi yang paling dominan dengan 379.212 SID atau naik 99,80 persen. Sementara investor saham tercatat sebanyak 135.455 SID atau tumbuh 39,37 persen.

Pada sektor industri keuangan non-bank (IKNB), perusahaan pembiayaan mencatat total pembiayaan sebesar Rp5,96 triliun atau tumbuh 6,26 persen (yoy), dengan rasio non-performing financing (NPF) sebesar 2,37 persen.

Roni menambahkan, OJK Sumbar juga terus memperkuat edukasi dan perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.

Hingga Maret 2026, OJK Sumbar telah melaksanakan lima kegiatan edukasi secara langsung dan lima kegiatan edukasi melalui media sosial serta platform digital dengan sasaran masyarakat umum, UMKM, hingga pelajar dan mahasiswa.

Sementara itu, melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK), tercatat sebanyak 192 pengaduan masyarakat dari Sumbar hingga Maret 2026. Pengaduan terbanyak berkaitan dengan restrukturisasi kredit, perilaku petugas penagihan, fraud eksternal, dan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). (HER)

Read Entire Article
Pekerja | | | |