DPRD Bakal Panggil Direksi PDAM Padang, Bahas Layanan Air yang Selalu Bermasalah 

5 hours ago 11

Langgam.id – Ketua DPRD Kota Padang Muharlion mengungkapkan, pihaknya bakal memanggil jajaran direksi Perumda Air Minum atau PDAM Kota Padang terkait layanan air ke masyarakat yang selalu bermasalah. 

Kata Muharlion, layanan yang buruk ini menunjukkan perlunya pembenahan menyeluruh terhadap sistem penyediaan air baku dan jaringan distribusi air minum di Kota Padang.

Sejumlah kawasan yang menjadi bagian dari sistem pelayanan air minum masih dalam proses pembenahan. Muharlion meminta proses tersebut segera dituntaskan, terutama pada kawasan yang memiliki sejumlah intake atau bangunan pengambilan air baku.

“Kami akan panggil PDAM secepatnya, karena sudah banyak keluhan dari masyarakat,” katanya kepada Langgam.id, Selasa (18/8/2026). 

Muharlion menyebutkan, terdapat sejumlah intake yang perlu mendapat perhatian dan dioptimalkan. Salah satunya intake di kawasan Gunung Pangilun yang menurutnya sudah lama tidak direnovasi.

“Yang di Gunung Pangilun memang sudah lama tidak direnovasi, karena sudah sejak zaman Belanda juga, itu harus dioptimalkan kembali,” ujarnya.

Menurut Muharlion, optimalisasi infrastruktur tersebut penting untuk memastikan sistem penyediaan air tetap mampu berfungsi ketika terjadi gangguan akibat hujan deras maupun banjir.

Ia menjelaskan, sistem penyediaan air baku yang digunakan saat ini masih banyak mengandalkan aliran sungai dengan sistem gravitasi. Ketergantungan terhadap sumber air permukaan membuat sistem pelayanan rentan ketika kondisi sungai berubah akibat hujan deras atau banjir.

“Karena kita masih menggunakan sistem air baku untuk menggunakan gravitasi. Artinya air sungai yang mengalir, penggunaan model gravitasi,” ungkapnya. 

Karena itu, pemerintah perlu mulai memikirkan inovasi dan alternatif sumber maupun sistem pengolahan air baku yang lebih tahan terhadap gangguan. Namun, Muharlion mengakui pengembangan sistem tersebut membutuhkan investasi yang tidak kecil.

“Mungkin ke depan inovasi yang perlu kita pikirkan menggunakan yang lain. Cuma ini belum ada, mungkin investasinya besar,” ujarnya.

Selain pembenahan infrastruktur, Muharlion meminta pemerintah dan  PDAM Kota Padang lebih terbuka menjelaskan kepada masyarakat mengenai persoalan yang menyebabkan layanan air terganggu.

Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui penyebab air mati atau keruh ketika terjadi hujan dan banjir, termasuk langkah yang dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Sebenarnya pihak PDAM harus terbuka menjelaskan kepada masyarakat masalah yang terjadi seperti apa,” tuturnnya.

Kepastian mengenai proses perbaikan dan target penyelesaian, lanjut Murhalion, juga penting disampaikan kepada masyarakat. Dengan demikian, warga tidak terus menerus bertanya mengenai penyebab air mati maupun kapan layanan kembali normal.

“Kemudian sosialisasikan kepada masyarakat kapan kepastian perbaikannya sehingga tidak menimbulkan pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat,” pungkasnya. (WAN)

Read Entire Article
Pekerja | | | |