Langgam.id – Musibah banjir bandang yang melanda sejumlah daerah di Sumatra Barat (Sumbar) pada penghujung 2025 lalu tidak mematahkan semangat puluhan calon jemaah haji untuk memenuhi panggilan ke Tanah Suci. Di tengah kondisi sulit akibat bencana, mereka tetap mempertahankan tekad berangkat menunaikan ibadah haji.
Keteguhan para jemaah tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Zayed Foundation. Sebanyak 33 jemaah haji asal Sumbar yang terdampak bencana menerima bantuan sebagai bentuk apresiasi atas semangat mereka menjalankan rukun Islam kelima.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumbar, M Rifki, mengatakan bantuan itu merupakan wujud kepedulian Uni Emirat Arab terhadap para jemaah yang tetap berjuang berangkat haji meski sempat menghadapi cobaan berat akibat bencana alam.
“Di balik musibah selalu ada hikmah. Saat bencana melanda Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara, Pemerintah Uni Emirat Arab menunjukkan kepeduliannya kepada jemaah haji yang terdampak,” kata Rifki di Asrama Haji Embarkasi Padang, Sabtu (20/6).
Ia menjelaskan, program bantuan tersebut merupakan bagian dari kerja sama yang terjalin melalui Kementerian Haji dan Umrah. Zayed Foundation meminta data jemaah yang menjadi korban bencana namun tetap berangkat menunaikan ibadah haji pada musim haji tahun ini.
Menurut Rifki, semangat para jemaah itulah yang menjadi pertimbangan utama dalam pemberian bantuan. Banyak di antara mereka yang harus menghadapi kesulitan ekonomi bahkan kehilangan harta benda akibat bencana, namun tetap berupaya mewujudkan impian berhaji.
“Mereka melihat ada jemaah yang tetap berjuang berangkat haji di tengah kondisi yang tidak mudah. Ada yang terdampak secara ekonomi dan kehilangan harta benda, tetapi semangat hajinya tetap tinggi. Itu yang diapresiasi oleh Uni Emirat Arab,” ujarnya.
Dari data yang diajukan, seluruh 33 jemaah asal Sumnbar yang memenuhi kriteria dinyatakan berhak menerima bantuan. Dana tersebut telah disalurkan langsung ke rekening masing-masing penerima.
“Alhamdulillah, seluruh jemaah yang diusulkan dari Sumbar lolos dan menerima bantuan. Bantuan ini langsung ditransfer ke rekening jemaah,” katanya.
Secara keseluruhan, Zayed Foundation mengalokasikan bantuan senilai 192 ribu dolar Amerika Serikat untuk 162 jemaah haji Indonesia yang terdampak bencana di tiga provinsi, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Rifki menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Uni Emirat Arab dan Zayed Foundation atas perhatian yang diberikan kepada para jemaah Indonesia. Menurutnya, bantuan tersebut bukan hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi dukungan moral bagi mereka yang tetap berusaha memenuhi panggilan ibadah di tengah ujian kehidupan.
“Ini menunjukkan bahwa perjuangan para jemaah mendapat perhatian dari saudara-saudara muslim di negara lain. Semoga menjadi penyemangat bagi para jemaah dan membawa keberkahan bagi semua pihak,” tuturnya.
Kisah para jemaah terdampak banjir bandang yang tetap berangkat ke Tanah Suci ini menjadi gambaran bahwa keterbatasan dan musibah tidak selalu menghalangi niat seseorang untuk beribadah. Di tengah ujian yang mereka hadapi, bantuan dari Uni Emirat Arab hadir sebagai simbol solidaritas kemanusiaan dan ukhuwah Islamiyah yang melintasi batas negara. (WAN)


















































