Dian Puspita Fadly Amran Dikukuhkan sebagai Ibunda Guru PGRI Kota Padang

3 hours ago 9

Langgam.id— Dian Puspita Fadly Amran dikukuhkan sebagai Ibunda Guru Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Padang, di Gedung Youth Center, Padang Rabu (26/8/2026) lalu. Pengukuhan ini menjadi amanah baru dalam memperkuat ekosistem pendidikan dan penguatan karakter generasi muda di Kota Padang.

Ibunda Guru PGRI Kota Padang, Dian Puspita Fadly Amran menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang mendalam atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh keluarga besar pendidik di Kota Padang.

“Bagi saya, gelar ‘Ibunda Guru’ bukanlah sebuah kebanggaan pribadi, melainkan sebuah amanah dan tanggung jawab yang besar. Menjadi Ibunda Guru berarti menjadi bagian dari keluarga besar para pendidik yang setiap hari mengabdikan diri untuk mencerdaskan anak-anak bangsa, khususnya di Kota Padang,” ujar Dian Puspita, Jumat (28/8/2026).

Ia menegaskan bahwa amanah ini sejalan dengan arah Program Unggulan (Progul) Wali Kota Padang, yaitu mewujudkan “Padang Juara”. Menurutnya, peran guru tidak sekadar mengajarkan ilmu pengetahuan, melainkan menanamkan nilai-nilai moral, membentuk karakter, memberikan keteladanan, serta menjadi sosok orang tua kedua bagi para murid di sekolah.

Dian Puspita juga menyampaikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh guru di Kota Padang atas dedikasi, ketulusan, dan kesabaran mereka dalam membimbing generasi penerus.

“Di balik senyum seorang guru, ada kesabaran yang panjang. Di balik keberhasilan seorang murid, ada pengorbanan, doa, dan ketulusan seorang guru. Meskipun hasilnya tidak selalu terlihat langsung saat ini, ilmu dan kebaikan yang Bapak dan Ibu tanamkan akan tumbuh menjadi masa depan anak-anak kita,” tuturnya.

Ia berharap kehadiran sosok Ibunda Guru Kota Padang mampu menjadi simbol kasih sayang, kepedulian, kebersamaan, dan dorongan semangat bagi para guru dalam menjalankan tugas mulianya.

Menghadapi era digital dan pesatnya perkembangan zaman, Dian Puspita mengingatkan pentingnya menjaga marwah profesi guru. Meski teknologi terus berkembang pesat, ia meyakini bahwa peran dan sentuhan hati seorang pendidik tidak akan pernah bisa digantikan oleh mesin maupun kecerdasan buatan.

“Teknologi boleh berkembang pesat, namun sentuhan hati seorang guru tidak akan pernah bisa digantikan. Guru tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga memberikan perhatian, motivasi, keteladanan, dan kasih sayang. Mari kita jadikan setiap ruang kelas sebagai tempat menyalakan harapan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan — mulai dari Pemerintah Kota Padang, organisasi PGRI, para guru, orang tua, hingga elemen masyarakat — untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi demi kemajuan dunia pendidikan.

“Pendidikan bukanlah tanggung jawab satu pihak saja, melainkan tanggung jawab kita bersama. Sebagai Ibunda Guru Kota Padang, saya siap berjalan bersama Bapak dan Ibu semua. Bukan sebagai seseorang yang berada di atas, melainkan sebagai bagian dari keluarga besar pendidikan Kota Padang yang ingin terus belajar, berbagi, dan saling menguatkan,” pungkasnya.

Pengukuhan tersebut dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Yopi Krislova, beserta sejumlah undangan lainnya. (HER)

Read Entire Article
Pekerja | | | |