500 Batang Lamang Dimasak Warga Lubuak Anau Kinali, Lestarikan Tradisi di Momen Maulid Nabi

11 hours ago 14

Langgam.id — Sebanyak 500 batang lamang dimasak bersama oleh masyarakat Kampung Lubuak Anau, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Rabu (9/9).

Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan Masjid Raya Lubuak Anau tersebut sekaligus menjadi momentum bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi dan menjaga tradisi malamang yang diwariskan secara turun-temurun.

Kegiatan itu dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Pasaman Barat Ny. Sifrowati Yulianto, staf ahli, sejumlah kepala OPD, camat, Forkopimca, serta tokoh masyarakat.

Bupati Pasaman Barat melalui Kepala Dinas Pariwisata Afrizal mengapresiasi masyarakat dan niniak mamak Lubuak Anau yang masih mempertahankan tradisi malamang.

Menurutnya, malamang tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga mengandung nilai sosial dan keagamaan yang kuat di tengah masyarakat.

“Kami memberikan apresiasi kepada niniak mamak dan masyarakat Lubuak Anau yang melaksanakan malamang sebanyak 500 batang. Selain untuk memperingati dan meneladani Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini juga menjadi upaya menjaga tradisi yang dapat kita kategorikan sebagai warisan budaya takbenda,” ujarnya.

Ketua TP PKK Pasaman Barat Ny. Sifrowati Yulianto yang menyaksikan langsung proses malamang turut mengapresiasi keterlibatan masyarakat, khususnya kaum perempuan.

Ia menilai pelaksanaan malamang secara bersama-sama menunjukkan masih kuatnya semangat gotong royong masyarakat.

Sifrowati berharap tradisi tersebut terus dikembangkan dan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat di kecamatan lainnya.

“Pasaman Barat memiliki sejumlah warisan budaya takbenda yang telah diakui secara nasional, seperti Maapam dan Tari Salapan. Jika kegiatan seperti ini dapat menginisiasi seluruh kecamatan, bukan tidak mungkin ke depan kita bisa membuat malamang basamo dalam skala yang lebih besar, misalnya mencapai 2.000 batang,” katanya.

Sementara itu, Niniak Mamak Sinaro Nan Panjang Lubuak Anau Kinali, Daliyus K, mengatakan malamang basamo tahun ini secara khusus digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Biasanya malamang dilakukan di rumah-rumah masyarakat. Sekarang kami melakukannya bersama-sama di lingkungan masjid dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW,” jelasnya.

Pengurus Masjid Raya Lubuak Anau, Syafrial, mengatakan kegiatan malamang 500 batang tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan memasak lamang secara bersama-sama, kemudian dilanjutkan dengan penyembelihan sapi di sekitar masjid.

Pada malam harinya, masyarakat berkumpul untuk mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus mengambil keteladanan dari sifat dan akhlak Rasulullah.

“Malamang 500 batang ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Dimulai dengan memasak lamang bersama, kemudian penyembelihan sapi di dekat masjid, dan malam harinya dilanjutkan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta meneladani sifat-sifat beliau,” ungkapnya. (HER)

Read Entire Article
Pekerja | | | |