Respon Buruh Pengupas Bawang Pasar Raya Soal Prabowo Sebut Upah Rp700 Ribu

9 hours ago 14

Langgam.id- Pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal upah buruh pengupas bawang yang disebut mencapai Rp700 ribu/kg mendapat tanggapan dari buruh di Pasar Raya Kota Padang.

Buruh pengupas bawang menilai angka tersebut tidak sesuai dengan kondisi dan upah yang mereka terima di lapangan.

Salah seorang buruh pengupas bawang di Pasar Raya Padang, Putri (35), mengatakan klaim upah Rp700 ribu per kilogram sulit diterapkan dengan kemampuan kerja buruh sehari-hari.

Sedangkan dalam sehari dirinya hanya mampu mengupas sekitar 4 hingga 5 kilogram bawang. Pekerjaan itu dilakukan sejak pukul 06.00 WIB hingga sekitar pukul 16.00 WIB.

“Dalam sehari bisa mengupas 4 hingga 5 kilogram. Mulai dari jam 6 pagi sampai jam 4 sore,” ujarnya.

Putri menjelaskan, upah pengupasan juga berbeda berdasarkan jenis bawang. Upah untuk bawang merah, buruh mendapatkan Rp2.500 per kilogram.

Sedangkan untuk bawang putih, upah yang diterima sekitar Rp2.000 per kilogram. Jika ingin mendapatkan pendapat Rp700 ribu, ia harus mengupas bawang 14 karung per harinya dengan berat 20 kg.

“Menurut saya tidak masuk akal kalau Rp700 ribu per kilogram,” katanya.

Sementara kemampuan Putri dalam sehari hanya sekitar 4 hingga 5 kilogram. Artinya, jumlah bawang yang harus dikupas untuk mendapatkan Rp700 ribu jauh melampaui jumlah yang biasa mampu diselesaikannya dalam sehari.

Putri juga mempertanyakan kemungkinan penerapan upah sebesar itu dari sisi pemilik bawang.

“Kalau memang upahnya sebanyak itu, tekor orang pemilik bawang. Sedangkan harga jual bawang sekitar Rp35 ribu per kilogram dan itu sudah dikupas,” ujarnya.

Di sisi lain Putri bekerja sebagai pengupas bawang selama sekitar tiga tahun. Selain mengupas bawang, ia juga menerima pekerjaan membersihkan bawang dan cabai.

Menurutnya, pekerjaan membersihkan bawang pada tahap awal seperti memisahkan bawan dari banggolnya, yang memiliki hitungan upah berbeda. Buruh mendapat sekitar Rp15 ribu untuk satu karung bawang dengan berat 20 kilogram.

Hal senada disampaikan Usmawati (50), buruh pengupas bawang yang telah menjalani pekerjaan tersebut selama 23 tahun.

Usmawati mengatakan tidak pernah mendapatkan upah hingga Rp700 ribu dalam sehari dari pekerjaan tersebut.

“Di sini saya sudah 23 tahun jadi pengupas bawang. Tidak ada yang upahnya mencapai Rp700 ribu. Paling banyak saya dapatkan sekitar Rp100 ribu hingga Rp125 ribu per hari,” kata Usmawati.

Ia mengatakan pekerjaan mengupas bawang memang terlihat mudah. Namun, waktu yang dihabiskan cukup panjang.

Usmawati biasanya mulai bekerja pukul 06.00 WIB dan baru selesai sekitar pukul 16.00 hingga 17.00 WIB.

“Kalau untuk dapat Rp700 ribu, itu tujuh hari bekerja atau lebih sebagai pengupas bawang,” ujarnya.

Menurut Usmawati, besaran upah yang diterima buruh sangat bergantung pada jumlah bawang yang mampu dikerjakan.

Karena itu, ia meminta pernyataan mengenai upah buruh pengupas bawang tidak disampaikan tanpa melihat kondisi pekerja di lapangan.

“Kalau Rp700 ribu per kilogram, akan merugikan pemilik bawang, karena harga jual bawang saja sekitar Rp35 ribu per kilogram,” katanya.

Read Entire Article
Pekerja | | | |