Langgam.id- Kapolda Sumatra Barat Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy menegaskan komitmennya, untuk memberantas tambang ilegal emas di Sumbar yang kian marak.
“Komitmen saya di awal menjabat Kapolda Sumbar, tidak ada kompromi dengan mafia dan aktivitas tambang ilegal di Sumbar,” ujarnya kepada Langgam.id, Sabtu (15/08/2026).
Ia menempatkan penanganan penambangan liar dan kejahatan lingkungan, dalam Commander Wish kepada seluruh jajaran Polda Sumbar.
Djati mengatakan, sudah memerintahkan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda dan jajaran Polres, untuk menindak aktivitas tambang ilegal.
“Kalau tidak dilakukan, saya akan evaluasi mulai dari Kapolsek, Kasat Reskrim dan Kapolresnya. Artinya mereka tidak bekerja dan tidak menindaklanjuti perintah saya,” ujarnya.
Kata dia, beberapa aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dan penampung emas ilegal yang dilaporkan masyarakat sudah ditertibkan.
Djati berharap, Pemda, TNI, instansi terkait dan tokoh masyarakat Ikut mendukung dalam menghentikan aktivitas tambang ilegal. Sebab, merugikan dan merusak lingkungan, sehingga memicu terjadinya bencana.
“Karena hanya dengan upaya penegakan hukum tidak cukup bisa efektif bisa menghentikan tambang ilegal di Sumbar,” ujarnya.
Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mengusut tuntas tambang ilegal di daerah. Prabowo menduga penambangan ilegal mendapat perlindungan dari aparat.
“Saya minta benar benar Panglima TNI dan Kapolri usut! Tidak mungkin 1.000 tambang berjalan ilegal tanpa pejabat kepolisian dan pejabat polisi,” ujar Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI di Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (001)

















































