Kasus Peluru Nyasar di UNP, Kodam Imam Bonjol: Mohon Waktu Tim Investigasi

7 hours ago 10

 Mohon Waktu Tim Investigasi

Korban tergeletak usai tertembak peluru nyasar di lingkungan UNP. (Foto: Istimewa)

Langgam.id – Komando Daerah Militer (Kodam) XX Tuanku Imam Bonjol, menyatakan tim investigasi masih terus bekerja untuk memperoleh fakta valid kasus peluru nyasar di Universitas Negeri Padang (UNP). Dalam insiden ini, dua orang korban terluka terkena proyektil peluru.  

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kaveleri Taufiq menegaskan, TNI tidak akan lepas tangan terhadap peristiwa ini. Investigasi secara kolaboratif bersama kepolisian masih dilakukan.  

“Kami tidak lepas tanggung jawab. Saat ini semua kemungkinan masih didalami. Kami memohon waktu kepada masyarakat agar tim investigasi dapat bekerja secara maksimal, mendapatkan fakta yang  valid,” katanya saat konferensi pers, Rabu (3/6/2026). 

Taufiq mengungkapkan, sebanyak 10 saksi telah dimintai keterangan. Mereka di antaranya mahasiswa, satpam hingga personil yang melakukan latihan tembak. Kemudian, sejumlah data dan fakta di lapangan masih perlu diverifikasi.

“Untuk tim investigasi bersifat internal. Yang tim eksternal dengan Polda Sumbar untuk olah TKP,” ungkapnya.  

Ia menjelaskan, sampai saat ini baru satu proyektil yang berhasil ditemukan. Proyektil itu yang berhasil dikeluarkan dari paha kiri korban. Sementara yang satu proyektil lagi, masih dalam proses pencarian oleh tim investigasi.

“Saat ini baru satu proyektil yang berukuran sembilan milimeter sudah kami dapatkan. Tim masih terus melakukan pencarian dan pendalaman terhadap proyektil lainnya,” pungkasnya. (WAN) 

Read Entire Article
Pekerja | | | |