Langgam.id — Menjelang masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) melakukan inspeksi keselamatan perkeretaapian di seluruh wilayah operasional Divre II Sumbar, Rabu hingga Kamis (11–12/2/2026).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana dalam menghadapi potensi lonjakan penumpang selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, mengatakan inspeksi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama pelayanan.
“Kegiatan ini adalah langkah preventif untuk memastikan masyarakat Sumatera Barat dapat menggunakan kereta api dengan aman dan nyaman selama Angkutan Lebaran,” ujar Reza dalam keterangan tertulis, Kamis (12/2/2026).
Inspeksi mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 48 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang dengan Kereta Api. Tim gabungan DJKA dan KAI melakukan pemantauan intensif di lintas operasional serta stasiun-stasiun untuk memastikan seluruh aspek keselamatan, kesehatan, dan pelayanan penumpang dalam kondisi optimal.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh. Di stasiun, tim mengecek kelayakan alat pemadam api ringan (APAR), jalur evakuasi, fasilitas kesehatan seperti kotak P3K, kursi roda, dan pos kesehatan. Selain itu, sistem CCTV, ruang tunggu, toilet, musala, serta kejelasan informasi jadwal perjalanan dan ketersediaan tempat duduk juga menjadi perhatian.
Di dalam rangkaian kereta, petugas memeriksa fungsi rem darurat, alat pemecah kaca, kebersihan toilet, suhu pendingin ruangan (AC), fasilitas bagi penyandang disabilitas, lampu penerangan, hingga kelengkapan informasi nomor kontak kondektur dan petugas keamanan.
Adapun pada aspek prasarana, pemeriksaan meliputi validitas sertifikasi dan kompetensi petugas, kondisi rel, wesel, bantalan, sistem drainase, jembatan, hingga fasilitas peron.
Pada hari pertama, tim DJKA memaparkan teknis pelaksanaan inspeksi yang mencakup aspek prasarana, sarana, sumber daya manusia, serta prosedur operasional. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi untuk memastikan seluruh tahapan berjalan tertib dan efektif.
Reza menegaskan, keselamatan merupakan fondasi utama dalam operasional perkeretaapian. Melalui inspeksi ini, KAI memastikan kesiapan SDM, sarana, dan prasarana sesuai standar yang ditetapkan regulator.
“Kami terus melakukan evaluasi dan peningkatan secara berkelanjutan guna menjaga keandalan layanan,” kata Reza.
KAI Divre II Sumbar menargetkan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan andal. Dengan persiapan yang matang, masyarakat diharapkan dapat menjalankan tradisi mudik dengan lebih tenang, sejalan dengan komitmen perusahaan untuk semakin meningkatkan kualitas pelayanan.


















































