Insiden Bom MAN 3 Padang, Sekolah Klaim Berikan Edukasi Anti-Bullying 

14 hours ago 16

Insiden Bom MAN 3 Padang, Sekolah Klaim Berikan Edukasi Anti-Bullying 

Garis polisi dipaang di TKP ledakan bom rakitan yang dibawa siswa MAN 3 Padang. (Istimewa)

Langgam.id- Madrasan Aliyah Negeri atau MAN 3 Padang mengklaim memberikan edukasi tentang anti-bullying kepada seluruh siswa sebagai upaya untuk mencegah perundungan di lingkungan sekolah.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala MAN 3 Padang Marliza menyikapi insiden ledakan bom rakitan oleh R salah seorang siswa MAN 3 yang dipicu oleh aksi bullying yang kerap dialami siswa tersebut.

Kepala MAN 3 Padang Marliza menyebutkan pendidikan karakter dan pencegahan perundungan sebenarnya telah menjadi bagian dari pembinaan di sekolah.  Materi tersebut disampaikan melalui guru Bimbingan Konseling (BK) maupun dalam kegiatan-kegiatan tertentu.

“Kami tetap memberikan penguatan tentang pencegahan bullying. Di dalam pembelajaran juga sudah ada, dan kalau diperlukan kami bekerja sama dengan pihak lain untuk memberikan edukasi kepada siswa,” katanya.

Kemudian, Marliza mengatakan  sehari pasca kejadian masih diberikan edukasi anti bullying. Edukasi diberikan bekerja sama dengan pihak kepolisian sebagai upaya mencegah terulangnya peristiwa serupa.

“Agenda hari ini seperti biasa, ada kegiatan Masa Ta’aruf untuk siswa kelas X dan pembelajaran untuk kelas XI dan XII. Sebelum belajar, kami melaksanakan senam bersama seluruh siswa, kemudian dilanjutkan edukasi dari kepolisian tentang anti-bullying,” kata Marliza.

Selain edukasi, pihak sekolah juga akan meningkatkan pengawasan terhadap siswa sebagai langkah evaluasi pascainsiden. “Semua pihak di sekolah harus ikut berperan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujarnya.

Sementara itu, hasil pemeriksaan terhadap R oleh kepolisian terungkap tindakan R membawa bom rakitan tersebut dipengaruhi kondisi psikologis akibat menjadi korban perundungan dalam beberapa waktu terakhir.

“Dugaan sementara dipicu persoalan psikologis karena yang bersangkutan mengalami bullying. Karena itu fokus kami bukan hanya proses pemeriksaan, tetapi juga pemulihan kondisi anak tersebut,” ujar ujar Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol. Susmelawati Rosya. (fix)

Read Entire Article
Pekerja | | | |