Langgam.id- Kasus seorang siswa MAN 3 Padang yang membawa bom rakitan ke lingkungan sekolah pada Selasa (14/7/2026), menjadi perhatian publik.
Polisi masih melakukan penyelidikan, untuk mengungkap secara utuh motif dan rangkaian kejadian.
Berikut sejumlah fakta yang terungkap hingga saat ini.
Ledakan terjadi saat jam pelajaran
Insiden terjadi sekitar pukul 10.15 WIB saat proses belajar mengajar masih berlangsung. Ledakan berasal dari sebuah bom rakitan yang berada di dalam ruang kelas dan sempat menimbulkan kepulan asap.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka
Kapolresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo memastikan ledakan tidak menyebabkan korban jiwa maupun korban luka.
“Alhamdulillah, setelah kami lakukan pengecekan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.”katanya.
Polisi menemukan empat bom rakitan
Polda Sumbar mengungkapkan siswa berinisial R membawa empat bom rakitan ke sekolah.
Satu bom sempat meledak, sedangkan tiga lainnya berhasil diamankan Tim Gegana Brimob.
“Bom yang dibawanya empat buah. Satu bom meledak dan tiga lagi sudah diamankan,” kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya.
Bom dirakit sendiri belajar dari internet
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan R merakit bom secara mandiri setelah mempelajarinya melalui internet.
“Dari hasil pemeriksaan sementara, anak ini belajar merakit sendiri melalui internet,” katanya.
Bahan bom
Menurut polisi, bom dibuat menggunakan bahan seperti mesiu, kelereng, dan material yang biasa dipakai untuk membuat petasan.
Motif karena perundungan, hingga ingin melukai
Kapolresta Padang menyebut R mengaku menyimpan rasa dendam akibat sering menjadi korban bullying.
“Anak ini mengaku melakukan perbuatannya karena menyimpan rasa dendam akibat sering menjadi korban bullying oleh teman-temannya,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menduga bom rakitan dibuat untuk melukai teman yang disebut sering melakukan perundungan terhadap R.
“Bom rakitan itu diduga sengaja diledakkan untuk mencelakai temannya yang sering membully dirinya,” ujarnya.
Polisi memastikan bukan bagian jaringan terorisme
Polda Sumbar menegaskan R tidak memiliki keterkaitan dengan jaringan terorisme maupun kelompok radikal.
“Anak ini bukan pelaku yang masuk jaringan tertentu,” katanya.
Sekolah mengaku tidak pernah menerima laporan bullying
Kepala MAN 3 Padang, Marliza, mengatakan pihak sekolah tidak pernah menerima laporan bahwa R menjadi korban perundungan.
“Dia tidak pernah melapor kalau dirinya kena bully,” katanya.
R dikenal pendiam dan sering tidak masuk sekolah
Menurut pihak sekolah, sebelum kejadian ini R tidak pernah tercatat melakukan pelanggaran berat. Persoalan yang pernah menjadi perhatian hanya terkait kehadiran di sekolah dan nilai yang belum tuntas.
Hingga kini polisi masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk motif, proses perakitan bom, serta kondisi psikologis siswa yang bersangkutan.
“Siswa masih ditahan di Polresta padang,” kata Rosya. (HER)
















































