Evaluator UNESCO Sampaikan Catatan Penting Terkait Geopark Silokek

5 hours ago 8

Langgam.id — Evaluator UNESCO Global Geopark (UGGp) menyampaikan sejumlah catatan penting terkait pengelolaan Geopark Ranah Minang Silokek di Kabupaten Sijunjung. Salah satu perhatian utama adalah perlunya memperkuat penelitian dan pemahaman terhadap warisan geologi serta geosite yang ada di kawasan tersebut.

Catatan itu disampaikan dalam pembahasan hasil evaluasi Geopark Ranah Minang Silokek sebagai bagian dari rangkaian proses revalidasi UNESCO Global Geopark, di Rumah Dinas Bupati Sijunjung, Jumat (21/8/2026) lalu.

Evaluator UNESCO dari Prancis, Nicolas Klee, terlebih dahulu menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan misi evaluasi yang berlangsung selama lima hari di Kabupaten Sijunjung.

Ia mengapresiasi keterlibatan pemerintah daerah, tim pengelola geopark, masyarakat, guru, sekolah, pelaku usaha, mitra, serta berbagai pihak yang mendukung proses evaluasi.

Menurut evaluator, Geopark Ranah Minang Silokek memiliki keterhubungan yang kuat dengan berbagai unsur daerah. Dukungan Pemerintah Kabupaten Sijunjung juga dinilai menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga keberlanjutan pengembangan geopark.

“Penting bagi sebuah Geopark untuk mendapatkan dukungan kuat dari pemerintah daerah. Dan kami melihat dukungan pemkab sangat baik di Ranah Minang Silokek,” ujarnya melalui penerjemah, dikutip Selasa (25/8/2026).

Tim pengelola Geopark Ranah Minang Silokek juga mendapat apresiasi karena dinilai lengkap, dinamis, memiliki latar belakang beragam, serta mampu membangun kerja sama dengan berbagai pihak.

Kantor dan pusat informasi pengunjung yang berada di pusat Kabupaten Sijunjung dinilai telah memiliki standar yang baik, meskipun dari sisi ukuran relatif kecil.

Di bidang pendidikan, evaluator melihat sejumlah inisiatif menarik. Antusiasme guru dan peserta didik dalam mengenal serta mendukung program geopark menjadi salah satu kekuatan yang mendapat perhatian.

Sementara dari sisi ekonomi, pengembangan geopark dinilai telah memberikan ruang bagi berbagai produk lokal. Pengembangan ekonomi tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata, tetapi juga mencakup tekstil, geo-produk, ecoprint, Geopark Shop hingga Geopark Corner.

Penggunaan merek Geopark dalam berbagai produk dan kegiatan juga dinilai menunjukkan perkembangan positif.

Namun, di balik berbagai apresiasi tersebut, evaluator menekankan sejumlah hal yang perlu segera diperkuat.

Salah satunya menyangkut pengetahuan, penelitian dan kajian terhadap warisan geologi serta geosite.

“Pemahaman terhadap sejumlah warisan geologi di kawasan Geopark dinilai masih relatif baru. Karena itu, diperlukan penelitian dan pendalaman yang lebih serius agar nilai geologi setiap kawasan dapat dijelaskan secara tepat,” jelasnya.

Evaluator merekomendasikan peningkatan pengetahuan dan pemahaman terhadap warisan geologi, termasuk memperkuat kajian terhadap geosite.

Pengelola juga didorong memperluas kerja sama dengan peneliti dan perguruan tinggi. Mahasiswa diharapkan mendapat ruang untuk melakukan penelitian di kawasan geosite.

Hasil penelitian tersebut juga diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi dapat dipublikasikan secara ilmiah sehingga memperkaya pengetahuan mengenai warisan geologi Geopark Ranah Minang Silokek.

Selain aspek penelitian, evaluator menemukan sejumlah kekeliruan pada panel informasi di beberapa kawasan geopark. Perbaikan informasi dinilai penting agar masyarakat dan wisatawan memperoleh penjelasan yang tepat mengenai kondisi geologi dan nilai setiap geosite.

Evaluator menegaskan penguatan pengetahuan geologi merupakan proses berkelanjutan. Pemahaman dan kemampuan menjelaskan warisan geologi harus terus berkembang seiring bertambahnya penelitian dan temuan baru.

Menanggapi catatan tersebut, Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir menyatakan Pemkab Sijunjung siap mendukung penuh tindak lanjut rekomendasi evaluator UNESCO Global Geopark.

Dukungan tersebut akan dilakukan melalui penganggaran maupun pengerahan sumber daya secara optimal. Penguatan Geopark Ranah Minang Silokek, menurutnya, juga tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri.

Kolaborasi dengan perguruan tinggi, akademisi, komunitas lokal dan berbagai pihak dinilai penting untuk menjawab rekomendasi evaluator, termasuk dengan belajar dari UNESCO Global Geopark lainnya yang telah lebih dahulu berkembang.

“Prinsipnya adalah bagaimana kita memuliakan bumi untuk menyejahterakan masyarakat,” kata Benny.

Pemkab Sijunjung juga membuka peluang membangun kerja sama jangka panjang dengan para evaluator, tidak hanya dalam konteks evaluasi, tetapi juga pertukaran wawasan, pengembangan pariwisata hingga peluang kunjungan balasan ke negara asal evaluator seperti Korea Selatan dan Prancis.

Bupati turut menyampaikan apresiasi sekaligus permohonan maaf atas berbagai keterbatasan selama proses evaluasi berlangsung.

Ia berharap hasil evaluasi tersebut menjadi modal penting bagi Sijunjung untuk melakukan pembenahan, bukan semata-mata demi mempertahankan status UNESCO Global Geopark, tetapi memastikan Geopark Ranah Minang Silokek mampu menjadi ruang konservasi, edukasi dan penggerak ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (HER)

Read Entire Article
Pekerja | | | |