5 Kali Peluru Nyasar Masuk Kampus, UNP Desak TNI Cari Solusi Permanen

14 hours ago 17

Rektor UNP Ganefri menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sekretaris UNP, Erianjoni. [foto: Erianjoni]

Langgam.id– Universitas Negeri Padang (UNP) mendesak TNI segera mengambil langkah konkret untuk mencegah terulangnya insiden peluru nyasar yang masuk ke lingkungan kampus. Dalam beberapa tahun terakhir, kejadian serupa tercatat telah terjadi sekitar lima kali di lokasi yang berbeda-beda.

Sekretaris UNP Erianjoni mengatakan pihak kampus memiliki keterbatasan dalam melakukan mitigasi karena titik jatuh proyektil tidak dapat diprediksi.

“Kalau mitigasi dari pihak kampus, tentu kami mengimbau sivitas akademika dan mahasiswa untuk selalu berhati-hati. Namun, titik jatuh peluru nyasar ini tidak tetap. Dari beberapa kejadian yang terjadi, lokasinya selalu berbeda,” kata Erianjoni saat dikonfirmasi, Kamis (4/6/2026).

Menurut dia, perubahan lokasi kejadian pada setiap insiden membuat kampus sulit menentukan langkah antisipasi yang efektif.

Karena itu, Erianjoni menilai solusi utama harus datang dari pihak yang mengelola aktivitas latihan menembak. Apalagi, kondisi kawasan di sekitar kampus saat ini sudah jauh berbeda dibandingkan ketika fasilitas latihan tersebut pertama kali dibangun.

“Soal mitigasi kami serahkan kepada pihak TNI karena mereka yang memiliki lapangan tembak. Kami berharap ada langkah yang dapat memastikan kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujarnya.

Hingga kini, kata Erianjoni, pihak kampus masih memberi kesempatan kepada TNI untuk melakukan investigasi dan menentukan langkah penyelesaian terbaik.

“UNP belum menempuh jalur hukum. Kami masih menunggu hasil investigasi dan kebijakan yang akan diambil. Kami memberi ruang kepada TNI untuk mencari solusi terbaik karena kasus seperti ini sudah beberapa kali terjadi,” katanya.

Berdasarkan catatan UNP, insiden peluru nyasar yang masuk ke kawasan kampus telah terjadi sekitar lima kali. Salah satu kejadian yang paling serius terjadi pada 2010 ketika seorang mahasiswi Jurusan Sosiologi terluka setelah proyektil menyerempet bagian lehernya.

“Tahun 2010 ada mahasiswi yang terkena serpihan peluru hingga mengalami luka di leher. Karena itu, kami berharap kejadian kali ini menjadi yang terakhir,” ujar Erianjoni. (HER)

Read Entire Article
Pekerja | | | |