UNAND Tawarkan Shelter Berbasis Masjid untuk Perkuat Mitigasi Gempa dan Tsunami di Kota Padang

15 hours ago 12

Langgam.id – Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas (UNAND) menawarkan konsep shelter berbasis masjid sebagai salah satu solusi mitigasi bencana gempa megathrust Mentawai dan tsunami di Kota Padang.

Gagasan tersebut merupakan bagian dari hasil riset yang dikembangkan bersama PT Pegadaian untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, khususnya di kawasan pesisir yang rentan terdampak bencana.

Konsep tersebut disampaikan dalam audiensi Tim Peneliti Sekolah Pascasarjana UNAND dengan Wali Kota Padang Fadly Amran di Balai Kota Padang, Aie Pacah, Rabu (17/6/2026).

Ketua Program Studi Magister Manajemen Bencana Sekolah Pascasarjana UNAND Prof. Yenny Narny, menjelaskan bahwa riset bertajuk “Riset Pemberdayaan Masyarakat dalam Kesiapsiagaan Mandiri Menghadapi Ancaman Gempa Megathrust Mentawai dan Tsunami di Kota Padang” menghasilkan sejumlah luaran strategis yang dapat diterapkan langsung di tengah masyarakat.

“Riset ini melibatkan berbagai disiplin ilmu guna menghasilkan model mitigasi bencana yang aplikatif dan dapat diterapkan langsung oleh masyarakat. Kami berharap hasil riset ini tidak hanya menjadi kajian akademis, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai acuan dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana,” ujar Prof. Yenny, dikutip Kamis (18/6/2026).

Ia menyebutkan, salah satu hasil utama riset tersebut adalah rancangan shelter berbasis masjid yang dirancang untuk menjadi tempat evakuasi sementara saat terjadi gempa dan tsunami. Selain itu, tim peneliti juga mengembangkan produk Early Warning System (EWS) berbasis komunitas yang dapat dikelola secara mandiri oleh pengurus dan jamaah masjid.

Menurutnya, pendekatan berbasis masjid dipilih karena rumah ibadah memiliki kedekatan sosial dengan masyarakat dan tersebar di berbagai wilayah, sehingga berpotensi menjadi pusat kesiapsiagaan dan evakuasi bencana yang efektif.

Prof. Yenny juga mengundang Wali Kota Padang untuk menghadiri kegiatan penyerahan hasil riset yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni 2026 di Auditorium Unand.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran mengapresiasi kontribusi dunia akademik dalam mendukung pengurangan risiko bencana di Kota Padang. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor swasta menjadi langkah penting dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi ancaman bencana.

“Kami berharap hasil riset tersebut dapat menjadi salah satu referensi dalam penyusunan kebijakan dan program pengurangan risiko bencana di Kota Padang, sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa megathrust Mentawai dan tsunami,” kata Fadly.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Padang terus memperkuat berbagai program mitigasi bencana, mulai dari pemasangan sistem peringatan dini di sejumlah wilayah rawan, edukasi kebencanaan melalui jambore, hingga pelaksanaan simulasi dan drill tsunami dalam skala besar.

Melalui inovasi shelter berbasis masjid dan sistem peringatan dini berbasis komunitas yang ditawarkan UNAND, diharapkan kesiapsiagaan masyarakat Kota Padang terhadap potensi gempa megathrust Mentawai dan tsunami dapat semakin meningkat, sekaligus memperkuat upaya pengurangan risiko bencana yang selama ini dijalankan pemerintah daerah. (HER)

Read Entire Article
Pekerja | | | |