Langgam.id – Rektor Universitas Andalas (UNAND), Efa Yonnedi, dipercaya menjadi moderator dalam sesi diskusi internasional bersama ekonom dunia Prof. Jeffrey Sachs pada Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (27/6/2026).
Pada sesi bertema “Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia”, Efa memandu diskusi yang mengangkat berbagai isu strategis, mulai dari pembangunan ekonomi berkelanjutan, ketahanan ekonomi nasional, hingga penguatan posisi Indonesia dalam perekonomian global.
Dalam pengantarnya, Efa menyampaikan bahwa isu ekonomi dan kebijakan publik semakin relevan di tengah upaya Indonesia meningkatkan daya saing sekaligus mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Ia juga memperkenalkan Jeffrey Sachs sebagai salah satu tokoh yang memberikan kontribusi besar dalam bidang ekonomi pembangunan, pembangunan berkelanjutan, dan kebijakan publik global.
Sekretaris Universitas Andalas, Aidinil Zetra, mengatakan keterlibatan UNAND dalam forum tersebut merupakan bagian dari kontribusi aktif perguruan tinggi dalam Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bekerja sama dengan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI).
Menurut Aidinil, forum tersebut menjadi ruang strategis untuk menghimpun gagasan dan rekomendasi kebijakan berbasis ilmu pengetahuan guna mendukung terwujudnya kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
“Melalui forum ini, perguruan tinggi diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam merumuskan solusi berbasis riset, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.
Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 membahas berbagai sektor prioritas pembangunan nasional, di antaranya ekonomi dan keuangan, ketahanan pangan, energi, hilirisasi dan industri, kelautan dan perikanan, pertanian, serta pendidikan. Hasil pembahasan dari berbagai bidang tersebut akan dirumuskan menjadi rekomendasi strategis sebagai masukan bagi pemerintah dalam memperkuat pembangunan nasional yang inklusif, adaptif, dan berdampak.
Forum tersebut diikuti unsur pimpinan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia, mulai dari rektor, wakil rektor, anggota senat akademik, dekan, majelis atau dewan guru besar, hingga para guru besar dari berbagai disiplin ilmu, termasuk bidang non-STEM.
Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 dibuka Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (26/6/2026). Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, melaporkan kegiatan itu diikuti lebih dari 2.600 peserta, terdiri atas 219 rektor, 44 direktur perguruan tinggi vokasi, enam ketua perguruan tinggi, 1.596 dosen, ilmuwan, dan peneliti, sekitar 300 peneliti BRIN, serta lebih dari 635 mitra kolaborasi perguruan tinggi dan kementerian.
Menurut Brian, Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang pertama kali diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung pada 2025. Melalui penyelenggaraan tahun ini, pemerintah ingin memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, industri, dan masyarakat agar ilmu pengetahuan menjadi fondasi utama pembangunan nasional. (HER)

















































