Pemprov Alokasikan Rp5 Miliar Rehabilitasi Irigasi Bandar Panjang Salayo di Solok

7 hours ago 6

Langgam.id — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengalokasikan anggaran Rp5 miliar untuk rehabilitasi jaringan Irigasi Bandar Panjang Salayo yang berada di Kabupaten Solok dan Kota Solok. Rehabilitasi tersebut menjadi bagian dari program peningkatan infrastruktur sumber daya air melalui tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) 2026.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumbar, Rifda Suriani, mengatakan rehabilitasi Irigasi Bandar Panjang Salayo memiliki panjang penanganan mencapai 2.765,42 meter.

“Irigasi Bandar Panjang Salayo di Kabupaten Solok dan Kota Solok mendapatkan alokasi Rp5 miliar dengan panjang penanganan 2.765,42 meter,” ujar Rifda dikutip Rabu (12/8/2026).

Menurut Rifda, rehabilitasi jaringan tersebut diperlukan untuk menjaga fungsi infrastruktur irigasi sehingga dapat terus mendukung kebutuhan pengairan masyarakat, terutama untuk sektor pertanian.

Rehabilitasi Irigasi Bandar Panjang Salayo merupakan salah satu kegiatan dalam kelompok pekerjaan bidang irigasi yang mendapat alokasi sekitar Rp49,60 miliar. Anggaran tersebut mencakup Rp41,52 miliar untuk rehabilitasi jaringan irigasi permukaan, Rp7,95 miliar untuk rehabilitasi bendung irigasi, serta Rp125 juta untuk penyusunan rencana teknis dan dokumen lingkungan hidup konstruksi irigasi dan rawa.

Selain Bandar Panjang Salayo, rehabilitasi jaringan irigasi juga dialokasikan untuk sejumlah daerah lain. Di antaranya Irigasi Ladang Laweh di Kabupaten Padang Pariaman sebesar Rp3,5 miliar dengan panjang penanganan 1.919,47 meter dan Irigasi Batang Sianok di Kabupaten Agam sebesar Rp3 miliar dengan panjang penanganan 1.628,01 meter.

Program rehabilitasi juga mencakup jaringan irigasi di Kabupaten Tanah Datar, Agam, Padang Pariaman, Pasaman Barat, Solok Selatan, Pesisir Selatan dan sejumlah daerah lainnya.

Rifda mengatakan rehabilitasi infrastruktur irigasi merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga keberlanjutan fungsi pengairan sekaligus mendukung produktivitas sektor pertanian.

“Intinya, anggaran ini kita arahkan untuk mendukung infrastruktur sumber daya air yang memang dibutuhkan, baik untuk pengendalian dan pengamanan sungai maupun untuk menjaga fungsi jaringan irigasi,” katanya.

Secara keseluruhan, tambahan TKD yang dialokasikan melalui Dinas SDABK Provinsi Sumbar mencapai Rp195,10 miliar untuk membiayai 75 kegiatan infrastruktur sumber daya air.

Hingga 5 Agustus 2026, kegiatan-kegiatan tersebut berada pada sejumlah tahapan pelaksanaan, mulai dari telah berkontrak, penerbitan SPPBJ, evaluasi pengadaan melalui E-Katalog, telah tayang di E-Katalog, hingga masih dalam proses perencanaan.

Pemprov Sumbar memastikan proses pengadaan dan pelaksanaan kegiatan terus dikawal agar rehabilitasi infrastruktur sumber daya air dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk melalui perbaikan jaringan Irigasi Bandar Panjang Salayo. (HER)

Read Entire Article
Pekerja | | | |