Pemko Padang Salurkan Rp8 Miliar untuk Pemulihan Sektor Perikanan Pascabencana

6 hours ago 12

Langgam.id – Pemerintah Kota Padang menyalurkan bantuan senilai Rp8 miliar untuk membantu pemulihan masyarakat dan kelompok usaha di sektor perikanan dan pangan yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Bantuan tersebut diserahkan Wali Kota Padang Fadly Amran kepada sejumlah penerima pada rangkaian peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 di Panggung Utama HJK Padang, bawah Jembatan Siti Nurbaya, Senin (10/8/2026).

Fadly mengatakan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mempercepat pemulihan masyarakat setelah terdampak bencana hidrometeorologi.

“Banyak masyarakat kita yang terdampak bencana. Sehingga momentum HJK-357 ini juga kita gunakan untuk penggalangan amal bagi masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Fadly.

Menurutnya, rangkaian peringatan HJK Padang ke-357 tidak hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ajang charity. Hasil penggalangan amal tersebut disalurkan kembali kepada masyarakat terdampak bencana.

Fadly mengapresiasi Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang yang telah menyiapkan berbagai bentuk bantuan bagi pelaku usaha perikanan dan pangan.

Ia menyebut bantuan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program unggulan Padang Melayani, sekaligus upaya menggerakkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat yang terdampak bencana.

“Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat membantu proses pemulihan dan menggerakkan kembali perekonomian keluarga para penerima bantuan. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi recovery perekonomian keluarga Bapak dan Ibu semua,” katanya.

Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang Alfiadi mengatakan, total bantuan sektor perikanan dan pangan tersebut mencapai Rp8 miliar.

“Bantuan sebesar Rp8 miliar tersebut bersumber dari APBD Kota Padang sebesar Rp3,1 miliar dan Dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp4,9 miliar,” kata Alfiadi.

Bantuan tersebut disalurkan dalam berbagai bentuk sesuai kebutuhan kelompok penerima yang terdampak bencana.

Pada sektor perikanan tangkap, Pemko Padang menyalurkan 19 unit perahu fiber, 724 set jaring monofilamen dan 19 unit mesin tempel 15 PK.

Sementara pada sektor perikanan budidaya, bantuan diberikan berupa 30 ekor calon induk lele dan 800 kilogram pakan ikan.

Untuk mendukung pengolahan hasil perikanan, pemerintah juga menyerahkan empat unit chest freezer, satu unit vacuum sealer, satu unit kompor gas dan satu unit kuali besar.

Bantuan juga menyasar sektor konsumsi dan keamanan pangan. Salah satunya melalui sarana Kebun Rumah Pangan Lestari (KRPL), berupa tanah humus, pupuk kompos, polybag dan berbagai benih sayuran seperti bayam, cabai dan tomat.

Selain itu, diberikan pula sejumlah alat pengolahan pangan, di antaranya blender, mesin press baglog, freezer box, kulkas dua pintu dan mesin press sealer.

Alfiadi mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas usaha sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga setelah terdampak bencana.

Selain bantuan sektor perikanan dan pangan, Pemko Padang juga terus menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Fadly menyebutkan, pada Jumat sebelumnya Pemko Padang telah menyalurkan bantuan langsung tunai sebesar Rp540 juta kepada 270 rumah yang terdampak banjir dan cuaca ekstrem di Kota Padang pada 3 Agustus 2026.

“Kita ingin penanganan pascabencana tidak hanya berhenti pada bantuan darurat, tetapi juga mendorong masyarakat agar dapat kembali beraktivitas dan memulihkan perekonomiannya,” ujarnya.

Alfiadi menambahkan, Pemko Padang juga sedang memproses pendistribusian bantuan pangan berupa beras kepada 17.218 jiwa yang terdampak banjir dan cuaca ekstrem pada 3 Agustus 2026.

Total bantuan beras yang disiapkan mencapai 36,2 ton. Bantuan tersebut juga diarahkan kepada pembudidaya ikan dan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang turut terdampak bencana.

Penyaluran berbagai bantuan tersebut menjadi bagian dari langkah Pemko Padang dalam mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana, khususnya dengan menjaga keberlanjutan usaha, aktivitas produksi dan ketahanan pangan keluarga. (HER)

Read Entire Article
Pekerja | | | |