Langgam.id – Sejumlah wilayah di Sumatra Barat (Sumbar) dilanda cuaca panas dalam beberapa hari terakhir. Suhu udara di beberapa daerah bahkan mencapai 31 hingga 33 derajat Celsius, seiring berkurangnya curah hujan dan meningkatnya intensitas sinar matahari.
Stasiun Meteorologi Minangkabau mencatat, kondisi tersebut terjadi karena memasuki periode musim kemarau yang ditandai minimnya hujan dan berkurangnya tutupan awan yang biasanya menghalangi radiasi matahari menuju permukaan bumi.
Ketua Tim Diseminasi Informasi Stasiun Meteorologi Minangkabau, Yudha Nugraha, mengatakan hasil pengamatan terbaru menunjukkan suhu udara di kawasan dataran rendah dan pesisir barat Sumbar berada pada kisaran 31 hingga 33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan yang masih relatif tinggi.
Selain menurunnya curah hujan, Yudha menjelaskan gangguan cuaca ekuatorial yang tidak aktif turut menyebabkan berkurangnya pembentukan awan di wilayah Sumbar.
Meski suhu udara terasa lebih panas dibandingkan beberapa waktu lalu, BMKG menegaskan kondisi cuaca saat ini masih berada dalam kategori normal dan belum masuk kategori cuaca ekstrem.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diimbau tetap menjaga kesehatan. Paparan suhu panas dalam waktu lama dapat membuat tubuh kehilangan banyak cairan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Saat suhu tubuh meningkat, tubuh secara alami akan mengeluarkan keringat untuk mendinginkan diri. Namun, jika paparan panas melebihi batas toleransi tubuh, kondisi ini dapat memicu heatstroke yang ditandai dengan sakit kepala, kulit memerah, hingga jantung berdebar.
Cuaca panas juga dapat menyebabkan dehidrasi, kulit terbakar, pusing, kelelahan berlebihan, dan mual. Tidak hanya berdampak pada fisik, suhu panas juga dapat memengaruhi kondisi emosional seseorang sehingga lebih mudah merasa marah, cemas, gelisah, hingga stres.
Agar tetap sehat dan nyaman beraktivitas selama cuaca panas, berikut lima langkah yang dapat dilakukan, dikutip dari berbagai sumber.
- Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh
Mengonsumsi air putih sebanyak 2 hingga 3 liter per hari dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi. Selain air putih, buah-buahan dengan kandungan air tinggi dan air kelapa juga dapat menjadi pilihan untuk membantu menyegarkan tubuh.
Masyarakat juga disarankan membatasi konsumsi minuman berkafein dan tinggi gula. Jika tidak diimbangi dengan asupan air putih yang cukup, minuman tersebut berpotensi meningkatkan risiko dehidrasi.
- Gunakan Tabir Surya
Paparan sinar ultraviolet tetap perlu diwaspadai meskipun cuaca mendung. Penggunaan tabir surya dengan SPF minimal 30 dapat membantu melindungi kulit dari risiko terbakar dan penuaan dini akibat sinar matahari.
Tabir surya dianjurkan dioleskan kembali setiap dua jam, terutama bagi mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
- Kenakan Pakaian yang Tepat
Selain menggunakan tabir surya, perlindungan fisik melalui pakaian juga penting dilakukan. Pilih pakaian berlengan panjang dan celana panjang berwarna cerah yang tidak mudah menyerap panas.
Bahan pakaian yang longgar dan nyaman seperti katun, rayon, atau poliester dapat membantu menjaga suhu tubuh tetap sejuk. Penggunaan topi dan kacamata hitam juga dianjurkan saat beraktivitas di bawah sinar matahari langsung.
- Atur Pola Makan
Cuaca panas sering kali membuat nafsu makan menurun. Untuk menjaga energi tetap stabil, konsumsi makanan dalam porsi kecil namun lebih sering dapat menjadi solusi.
Makanan ringan yang kaya protein seperti yoghurt, kuaci, hazelnut, walnut, dan kacang mete dapat menjadi pilihan. Pola makan sehat juga tetap perlu dijaga agar kondisi tubuh tetap prima.
- Tetap Berolahraga
Cuaca panas bukan alasan untuk menghentikan aktivitas fisik. Namun, olahraga di luar ruangan sebaiknya dihindari saat suhu sedang tinggi karena berisiko memicu heatstroke dan dehidrasi.
Sebagai alternatif, masyarakat dapat berolahraga di dalam rumah atau pusat kebugaran. Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan antara lain yoga, latihan kekuatan, dan kardio. (ICA)

















































