Isi Kuliah Inspirasi di UNAND, Kepala BPOM Dorong Riset Berbasis Sains

10 hours ago 9

Langgam.id – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar, mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat ekosistem riset berbasis sains yang mampu menjawab tantangan global. Inovasi yang lahir dari kampus tidak boleh berhenti sebagai dokumen publikasi ilmiah semata, melainkan harus bertransformasi menjadi solusi nyata yang dirasakan masyarakat dan memiliki daya saing internasional.

Pesan tersebut disampaikan Taruna Ikrar saat memberikan inspiring lecture atau Kuliah Inspirasi di Convention Hall Universitas Andalas (UNAND), Padang, Jumat (6/2/2026).

Di hadapan ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Barat, Taruna menekankan bahwa riset berbasis sains adalah fondasi utama bagi universitas untuk meraih status World Class University (WCU).

“Konsep World Class University hadir bukan sekadar sebagai target peringkat global, melainkan sebagai kerangka berpikir untuk membangun perguruan tinggi yang unggul, relevan, dan berdaya saing,” ujar Taruna.

Menurutnya, status universitas kelas dunia dinilai dari dampak berkelanjutan bagi ilmu pengetahuan, industri, dan pembangunan global. Ia menyoroti pentingnya tata kelola yang kuat dan kolaborasi lintas sektor agar produk lokal Indonesia—hasil riset kampus—memiliki daya tarik global melalui standar kualitas yang tepat.

Ia mencontohkan kesuksesan Rendang yang dinobatkan sebagai hidangan berbahan dasar kelapa terbaik di dunia versi Taste Atlas Awards 2025. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa produk lokal mampu menembus pasar ketat seperti Eropa jika memenuhi standar keamanan dan regulasi global.

“Riset mahasiswa adalah peluang inovasi. Harus ada keberanian untuk melakukan hilirisasi sejak di kampus agar kampus dapat melahirkan para inovator, pendiri perusahaan (founder), dan pemecah masalah (problem solver),” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, BPOM membuka peluang kolaborasi strategis dengan Unand yang mencakup, penyelarasan materi pembelajaran dengan kebutuhan regulasi dan tantangan global di bidang pangan serta kesehatan.

Peningkatan kompetensi dengan penyelenggaraan pelatihan, diseminasi, dan sertifikasi kompetensi bagi fasilitator keamanan pangan.

Serta pendampingan UMKM dengan melibatkan mahasiswa dalam program magang untuk supervisi UMKM pangan olahan agar memenuhi standar mutu nasional dan internasional.

Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, mengapresiasi visi yang dibagikan Kepala BPOM. Menurutnya, konsep kolaborasi yang implementatif sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas lulusan dan kontribusi kampus bagi masyarakat. “Saya mengajak mahasiswa dan sivitas akademika untuk meneladani semangat beliau dan tidak pernah lelah mengabdi,” kata Efa.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Taruna Ikrar dan Efa Yonnedi melakukan penanaman Pohon Andalas di area kampus. Pohon endemik Sumatera ini dipilih sebagai simbol ketangguhan dan kearifan lokal Minangkabau.

Penanaman ini menyiratkan harapan agar ilmu pengetahuan yang tumbuh di Unand dapat mengakar kuat pada nilai budaya lokal namun tetap memberikan kontribusi hijau bagi keberlanjutan ekosistem global.

“Dari Unand untuk dunia: inovasi dengan integritas, dampak, dan kepercayaan global,” pungkas Taruna.

Read Entire Article
Pekerja | | | |