Punya Potensi 1.651 MW, Mahyeldi Tegaskan Komitmen Sumbar Kembangkan Energi Panas Bumi

8 hours ago 14

Langgam.id — Sumatera Barat memiliki potensi energi panas bumi (geothermal) mencapai sekitar 1.651 megawatt (MW) yang tersebar di 22 titik pada tujuh kabupaten. Potensi besar tersebut menjadi salah satu alasan Pemerintah Provinsi Sumbar terus mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sebagai bagian dari upaya mewujudkan Sumbar sebagai Green Province.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen mengembangkan energi panas bumi sebagai sumber energi bersih sekaligus kekuatan baru bagi perekonomian daerah.

“Alhamdulillah, kita termasuk salah satu daerah yang sudah menyatakan komitmen dalam pemanfaatan panas bumi. Kita memang konsen dengan geothermal dan itu sudah kita kemas dalam konsep Green Province,” kata Mahyeldi di Padang, Jumat (21/8/2026).

Ia menyebutkan, dari total potensi tersebut, pemanfaatan panas bumi di Sumbar saat ini baru sekitar lima persen. Artinya, masih terdapat potensi yang sangat besar untuk dikembangkan.

“Kita baru sekitar 5 persen yang dimanfaatkan. Artinya, masih banyak potensi yang bisa kita kembangkan,” ujarnya.

Salah satu pemanfaatan panas bumi yang telah berjalan berada di Kabupaten Solok Selatan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh dengan kapasitas sekitar 86 MW.

Selain itu, pengembangan Muara Laboh Unit-2 dengan kapasitas 80 MW juga tengah berjalan. Proyek tersebut memiliki nilai investasi sekitar USD490 juta dan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2027.

Menurut Mahyeldi, pengembangan geothermal membutuhkan investasi besar sehingga kepastian dan kemudahan bagi investor menjadi salah satu faktor penting. Karena itu, Pemprov Sumbar terus mendorong percepatan pengembangan wilayah kerja panas bumi dengan dukungan pemerintah pusat dan kementerian terkait.

“Tantangannya tentu investasi dan bagaimana kita mendapatkan pihak pengusaha yang mau masuk. Karena itu, kita berharap ada percepatan dan dukungan dari kementerian terkait, sehingga pemanfaatan energi baru terbarukan kita bisa lebih maksimal,” katanya.

Sejumlah upaya pengembangan juga terus dilakukan. Selain pembangunan Muara Laboh Unit-2, terdapat pengeboran sumur eksplorasi Bonjol di Pasaman Barat serta survei pendahuluan di wilayah Cubadak Panti.

Mahyeldi menilai, optimalisasi potensi panas bumi tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan energi bersih. Pengembangan sektor tersebut juga berpeluang menciptakan aktivitas ekonomi baru dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat serta daerah.

“Harapan kita ke depan akan semakin banyak investor yang masuk, dengan dukungan dari kementerian dan percepatan prosesnya. Kita punya tujuh kabupaten dan 22 titik potensi geothermal yang bisa dikembangkan,” tuturnya.

Ia berharap pengembangan geothermal dapat berjalan beriringan dengan pemanfaatan sumber EBT lainnya, seperti tenaga air dan energi surya. Dengan demikian, Sumbar dapat memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) 2060.

“Ini bukan hanya soal listrik, tetapi bagaimana potensi energi bersih yang kita miliki dapat menjadi kekuatan ekonomi daerah dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkasnya. (HER)

Read Entire Article
Pekerja | | | |